Hari Ketujuh Tanpa Hasil, Operasi SAR Tragedi Pompong Tanjung Buton Resmi Dihentikan

Hari Ketujuh Tanpa Hasil, Operasi SAR Tragedi Pompong Tanjung Buton Resmi Dihentikan
Petugas SAR saat melakukan pemantauan di Sungai Siak

GAGASANRIAU.COM, SIAK, — Upaya maksimal menyisir perairan Pelabuhan Tanjung Buton akhirnya menemui batas waktu. Dan tepat pada hari ketujuh, Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal pompong yang tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, resmi ditutup.

Budi Cahyadi, Kepala Kantor SAR Pekanbaru mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini diambil setelah tim gabungan mengerahkan seluruh daya upaya di lapangan, namun satu korban tersisa masih belum berhasil ditemukan dari dekapan arus perairan Siak.

Budi membeberkan bahwa sejak hari pertama tragedi, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari kekuatan multisektoral—mulai dari Basarnas, TNI AL, TNI AD/ YON TP 851 BBC, BABINSA, POLAIRUD, KSOP, PT SUCOFINDO, PT KIMI, APDI, Penyelam PT. KIMI, Perahu nelayan, serta masyarakat setempat telah bahu-membahu menyisir lokasi kejadian.

Mulai dari penyisiran permukaan dilakukan secara masif mengandalkan RB 218, RIB, perahu karet, hingga pompong milik nelayan setempat sesuai dengan rencana operasi yang matang.

Evaluasi Akhir, Satu Korban Masih Misteri, Tiga Nyawa Melayang

Hingga matahari terbenam di hari ketujuh, pencarian tidak memberikan tanda-tanda keberadaan korban terakhir.

Dengan demikian, catatan akhir dari tragedi memilukan kapal pompong ini menyisakan duka mendalam, tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tiga korban berhasil diselamatkan dari maut, dan satu korban dinyatakan hilang selamanya.

Tepat pada pukul 18.10 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing emosional bersama seluruh unsur yang terlibat serta pihak keluarga korban yang terus setia menanti kabar di posko pencarian.

Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh atas operasi yang telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut tanpa adanya tanda-tanda perkembangan baru, diputuskan bahwa Operasi SAR diusulkan untuk ditutup secara resmi.

Proses pencarian kini diturunkan fasenya menjadi tahap pemantauan pasif.

Apresiasi di Tengah Duka

Seiring dengan ditutupnya operasi ini, seluruh unsur kemanusiaan yang terlibat resmi ditarik dan dikembalikan ke instansi masing-masing, diiringi ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi serta sinergi luar biasa yang ditunjukkan selama sepekan penuh di medan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang tidak mengenal lelah dan bekerja melampaui batas maksimal demi misi kemanusiaan ini sejak hari pertama bahaya mengintai di Tanjung Buton.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index