Misteri Pemuda Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Tim SAR Sisir Sungai Kampar

Misteri Pemuda Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Tim SAR Sisir Sungai Kampar
Petugas SAR saat melakukan pencarian

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR, – Kantor SAR Kelas A Pekanbaru mengungkapkan pihaknya melakukan operasi pencarian besar-besaran di sepanjang aliran Sungai Kampar, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru telah mengerahkan satu tim Rescue khusus untuk melacak keberadaan seorang pria yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari atas Jembatan Rantau Berangin, Selasa (14/7/2026).

Kantor SAR Pekanbaru membeberkan identitas korban diketahui bernama Rifky, seorang pemuda berusia 22 tahun yang merupakan warga Kabupaten Kampar.

Kejadian yang mengejutkan warga setempat ini menyisakan tanda tanya mengenai kronologi pasti jatuhnya korban ke sungai yang terkenal memiliki arus yang deras tersebut.

Pihak Kantor SAR Pekanbaru mengaku mendapatkan informasi hilangnya korban beberapa jam setelah kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa laporan resmi terkait insiden tersebut diterima dari Kepala Dusun Merangin pada Selasa malam.

Tidak ingin membuang waktu dalam situasi darurat (golden time), tim penyelamat langsung bergerak.

Menindaklanjuti informasi krusial tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Pekanbaru malam itu juga langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian di Jembatan Rantau Berangin untuk mempersiapkan dan melaksanakan operasi pencarian.

Berdasarkan data dan informasi awal yang dihimpun di lapangan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban diketahui sempat berhenti di atas Jembatan Rantau Berangin.

Namun tidak lama berselang, pemuda tersebut diduga terjatuh dan langsung tenggelam ke dalam aliran Sungai Kampar.

Hingga memasuki hari kedua operasi, keberadaan Rifky masih menjadi misteri.

Upaya penyisiran terus diperluas demi menemukan titik terang keberadaan korban.

"Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. "Pagi ini, kami bersama unsur SAR gabungan dari Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pencarian secara intensif," ujar Budi Cahyadi saat dikonfirmasi mengenai perkembangan operasi, Rabu (15/7/2026).

Mengingat kondisi medan sungai yang memiliki risiko tinggi bagi keselamatan tim penolong, Budi memberikan atensi khusus pada prosedur keselamatan kerja di lapangan.

Dia mengimbau dengan tegas kepada seluruh personel rescue maupun warga masyarakat yang terlibat dalam proses penyisiran agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan menggunakan pelindung standar selama operasi kemanusiaan ini berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index