GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kejadian tragis dan memilukan di kawasan akademis kembali terjadi. Waduk Universitas Riau (UNRI) yang berlokasi di Panam, Kota Pekanbaru, menelan korban jiwa setelah seorang pemuda berumur 20 tahun ditemukan tewas tenggelam pada Jumat (5/6) dini hari.
Dalam peristiwa ini kembali memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan dan sistem keamanan di sekitar area waduk kampus yang seharusnya steril dari aktivitas berbahaya.
Kantor SAR Pekanbaru mengungkapkan korbannya bernama Daffa (20), seorang pemuda yang beralamat di Koto Timbun, Kabupaten Kampar.
Jasadnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan setelah dilaporkan hilang sejak Kamis (4/6) petang.
Kronologi Kejadian: Menyelam Tanpa Pengamanan
Berdasarkan laporan resmi Kantor SAR Pekanbaru, petaka bermula ketika korban bersama dua rekannya nekat melakukan aktivitas selam untuk menangkap ikan di dalam waduk tersebut.
Namun, saat kedua temannya berhasil naik kembali ke permukaan, Daffa tak kunjung muncul.
Sadar ada yang tidak beres, rekan-rekan korban sempat melakukan upaya pencarian mandiri.
Sayangnya, minimnya peralatan dan kondisi air membuat usaha mereka nihil.
Pihak keamanan Universitas Riau melalui seorang petugas bernama Adnan akhirnya melaporkan insiden ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru.
Evakuasi Tengah Malam dan Evaluasi Keamanan Waduk
Mendapat laporan darurat, Kantor SAR Pekanbaru langsung menerjunkan delapan orang personel Tim Rescue ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 7,6 kilometer dari kantor mereka.
Tim Rescue segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menyisir area waduk, termasuk melakukan tindakan penyelaman di tengah kondisi malam yang gelap.
Setelah beberapa jam menyisir dasar air, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan posisi korban pada Jumat (5/6) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB.
Jasad Daffa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia berjarak sekitar 43 meter dari lokasi perkiraan awal korban tenggelam.
Jasad korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Riau untuk penanganan medis lebih lanjut.
Budi Cahyadi, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menyampaikan rasa duka sekaligus apresiasinya kepada tim yang bertugas di lapangan.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras sehingga korban berhasil ditemukan," ujar Budi kepada wartawan Sabtu pagi (5/6/2026) di Pekanbaru.
Kendati operasi telah ditutup, insiden ini menyisakan catatan kritis bagi pihak pengelola kampus.
Aktivitas warga atau mahasiswa yang bebas menyelam di waduk sedalam itu tanpa pengawasan ketat menunjukkan adanya celah besar dalam aspek keselamatan lingkungan kampus yang perlu segera dibenahi agar tragedi serupa tidak terulang.