GAGASANRIAU.COM, TALUK KUANTAN – Haji Zukri Misran SE, MM, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Riau, mengingatkan seluruh kader mengenai hakikat dan esensi dasar dalam berpartisipasi di dunia politik praktis.
Haji Zukri menekankan bahwa tujuan utama bergabung dengan partai politik bukanlah demi memburu jabatan struktural atau kekuasaan personal, melainkan sebagai instrumen perjuangan kolektif untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dimana, pesan ideologis tersebut disampaikan Zukri saat membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) di Gedung Abdoer Rauf, Telukkuantan, Sabtu (20/6/2026).
Agenda konsolidasi internal ini turut dihadiri oleh Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Ketua DPC PDI Perjuangan Kuansing Satria Mandal Putra, serta ratusan pengurus dari tingkat daerah hingga anak cabang.
"Sesungguhnya kita berpartai itu bukan untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan keluarga, dan bukan kepentingan sesaat. Tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Zukri di hadapan para kader.
Refleksi Komitmen Melalui Pemberdayaan Ekonomi
Selain itu juga dalam pidatonya, Zukri mengajak pengurus partai untuk kembali meresapi lirik Mars PDI Perjuangan yang secara eksplisit memuat komitmen historis untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Menurutnya, meletakkan jabatan sebagai target utama dalam berpartai adalah sebuah kekeliruan prinsip.
"Jangan jabatannya yang dicari. Hidup itu yang dicari adalah bagaimana kita bisa membantu dan menolong banyak orang. Jalur partai politik ini adalah jalan untuk mewujudkan hal itu," tuturnya.
Sebagai wujud nyata dari komitmen penguatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, DPD PDI Perjuangan Riau meluncurkan program pembagian bibit aren secara gratis bagi pengurus dan kader di Kuansing.
Melalui program ini, setiap kader akan dialokasikan sebanyak 10 batang bibit aren.
Sebelum menghadiri forum Musancab, Zukri bersama Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyempatkan diri mengunjungi kediaman salah satu kader untuk melakukan penanaman bibit secara simbolis.
Pemilihan pohon aren, menurut Zukri, didasarkan pada nilai ekonomisnya yang tinggi dan potensinya sebagai sumber penghidupan jangka panjang yang berkelanjutan bagi warga.
Tanaman ini diproyeksikan mulai berproduksi secara optimal dalam waktu empat hingga lima tahun ke depan.
"Saya ingin ketika saya memimpin PDI Perjuangan di Riau, saya bisa membantu seluruh kader partai yang kondisi ekonominya berbeda-beda, bahkan yang sedang sulit. Kita ini satu saudara, satu ideologi Pancasila yang diajarkan Bung Karno," kata Zukri.
Guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib dan transparan, proses pendataan akan dilakukan melalui formulir digital yang dikoordinasikan langsung oleh jajaran DPC PDI Perjuangan Kuansing.
Evaluasi Struktural dan Semangat Rekonsiliasi
Selain mengusung misi penguatan ekonomi rakyat, Musancab ini juga difungsikan sebagai forum resmi organisasi untuk melakukan evaluasi kinerja struktural, konsolidasi, serta penyegaran kepengurusan di tingkat kecamatan.
Zukri meminta pimpinan cabang beserta para kader muda potensial untuk proaktif mengorganisir dan menyatukan seluruh elemen kekuatan partai di Kuansing.
Melalui mekanisme evaluasi ini, pengurus yang dinilai pasif atau kurang optimal dalam menjalankan roda organisasi akan digantikan oleh kader baru yang memiliki komitmen dan energi lebih besar.
Langkah penyegaran struktural ini juga dipandang sebagai momentum penting untuk merekatkan kembali solidaritas internal, menyusul dinamika organisasi yang sempat terjadi di tubuh DPC PDI Perjuangan Kuansing beberapa waktu lalu.
Zukri menilai, proses rekonsiliasi yang sehat tidak dicapai dengan terus menengok perselisihan masa lalu, melainkan dengan menghadirkan program-program konkret yang menyentuh langsung kepentingan pengurus di tingkat bawah.
"Konsolidasi ini adalah cara kita untuk mensolidkan kader, dan tentu harus dibarengi dengan program-program yang memperhatikan mereka. Bagi kita sekarang, saatnya menatap masa depan. Waktu kita harus dihabiskan bukan untuk melihat ke belakang, tetapi bagaimana kita bisa bekerja sama memperhatikan kader partai dan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah," papar Zukri.
Saat dikonfirmasi mengenai target perolehan kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang, Zukri memilih bersikap realistis dan tidak terburu-buru menetapkan target angka.
Bupati Kabupaten Pelalawan ini menegaskan, prioritas utama DPD PDI Perjuangan Riau saat ini adalah membangun fondasi internal yang solid dan memastikan kerja-kerja sosial di masyarakat berjalan dengan baik.
"Kami belum bicara target (Pileg), karena saat ini kami ingin fokus memperhatikan dan mensolidkan kader partai, serta berbuat untuk rakyat terlebih dahulu. Masalah target, biarkan saja nanti waktu yang akan bicara," pungkasnya.