Syahwat Politik Hendrizal: Belum Tuntas Tugas di Inhu, Sudah Gatal Incar Kursi Pilkada Kuansing 2030

Syahwat Politik Hendrizal: Belum Tuntas Tugas di Inhu, Sudah Gatal Incar Kursi Pilkada Kuansing 2030
Hendrizal, Wabup Inhu saat ini

GAGASANRIAU.COM, TALUK KUANTAN -- Walaupun kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baru akan digelar sekitar tiga tahun lagi, atmosfer politik di internal pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai memanas.

Pasalnya baru saja dua tahun menduduki kursi Wakil Bupati Inhu, Hendrizal dinilai publik kian agresif memupuk syahwat kekuasaannya dengan secara terbuka menyatakan bakal meloncat ke bursa Pilkada Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada 2030 mendatang.

Langkah Hendrizal yang terkesan 'buru-buru' ini memicu sorotan tajam, lantaran ia dinilai belum menuntaskan kewajiban dan janji politiknya secara penuh kepada masyarakat Inhu yang saat ini ia pimpin.

Alih-alih fokus membenahi birokrasi dan sisa jabatan di Inhu, tokoh masyarakat Kuansing yang berlatar belakang birokrat tersebut justru memilih melakukan gerilya politik dini di sebuah kedai kopi di Telukkuantan.

Dia berdalih, manuvernya beralih ke Kuansing adalah bentuk panggilan "pulang kampung" untuk mengabdi di tanah kelahirannya, Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.

"Insya Allah saya siap meramaikan bursa Pilkada Kuansing 2030 untuk mengabdi membangun Kuansing ke depan," cetus Hendrizal di Telukkuantan, Sabtu (20/6) dikutip dari Riaupos.

Sebelum menduduki posisi strategis sebagai Wakil Bupati Inhu saat ini, rekam jejak Hendrizal memang kental di wilayah tersebut, termasuk sempat dipercaya memegang jabatan tertinggi aparatur sipil negara sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu. 
Namun, modal birokrasi itu kini ia gunakan sebagai batu loncatan politik praktis.

Tak tanggung-tanggung, Hendrizal mengklaim modal politiknya kian kuat berkat posisinya yang merangkap jabatan mentereng, yakni Ketua Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Provinsi Riau sekaligus nakhoda utama sebagai Ketua DPW Partai Perindo Riau.

Dia mengaku sangat percaya diri modal 'pulang kampung' ini akan disambut karpet merah oleh konstituen di Kuansing.

"Keinginan untuk mengabdikan diri di kampung halaman Kabupaten Kuansing tentu saja tidak terlepas dari dukungan masyarakat Kuansing sendiri. Namun, saya optimis akan mendapat dukungan tersebut," lanjutnya.

Gerilya Mesin Politik Perindo Menuju 2029

Ambisi politik Hendrizal nyata-nyata didukung penuh oleh statusnya sebagai bos Perindo Riau.

Saat ini, ia secara masif tengah mengonsolidasikan mesin partai guna membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota di seluruh penjuru Bumi Lancang Kuning.

Dari total 12 kabupaten/kota di Riau, Hendrizal mengklaim gerbong strukturnya sudah menguasai 11 wilayah, termasuk mengunci basis massa di Kabupaten Kuansing.

"Tinggal Kabupaten Kepulauan Meranti yang belum ada dan sedang kita siapkan," ungkapnya memetakan kekuatan wilayah.

Agresivitas Hendrizal ini sengaja dipompa demi mengejar target jangka pendek di Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 sebelum melenggang ke Pilkada 2030. Perindo Riau di bawah komandonya mematok target ambisius, yakni mengamankan minimal dua kursi di DPRD Provinsi Riau dan satu fraksi atau satu kursi untuk DPRD Kabupaten Kuansing.

Guna memastikan target tersebut bukan sekadar gertakan di atas kertas, Hendrizal telah menginstruksikan seluruh Ketua DPD Partai Perindo tingkat kabupaten/kota untuk segera melakukan penetrasi struktural hingga ke tingkat akar rumput di kecamatan dan desa.

"Mudah-mudahan ini juga bisa disiapkan sebelum Pileg 2029 mendatang," pungkas Hendrizal menyuarakan target politiknya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index