GAGASANRIAU.COM, BANGKINANG - Pemerintah Kabupaten Kampar terus menancapkan komitmen kuat dalam mengakselerasi agenda reformasi birokrasi di seluruh tingkatan satuan kerja. Tata kelola kepegawaian yang modern dan profesional menjadi fondasi utama mewujudkan pelayanan publik yang prima.
Akselerasi tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Sarimandau kini resmi memasuki babak baru melalui penerapan manajemen talenta yang terukur dan kompetitif.
Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis daerah ke depan tidak lagi didasarkan pada pendekatan konvensional semata.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati saat memimpin Rapat Staf Evaluasi dan Penataan Birokrasi bersama seluruh jajaran pimpinan perangkat daerah.
Pertemuan penting tingkat kabupaten tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, pada Senin (25/5/2026).
Rapat staf skala besar ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., serta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.S.T.P., M.Si.
Tampak hadir memenuhi ruangan rapat, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda Kampar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Kampar, hingga para Kepala Bagian.
Dalam pengarahannya, Bupati Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa skema manajemen talenta merupakan tindak lanjut konkret dari arahan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.
Kebijakan ini diambil guna memastikan bahwa setiap ASN ditempatkan sesuai dengan keahlian, kapasitas, rekam jejak, serta kinerja yang objektif.
"Ke depan kita tidak lagi mengedepankan pola penempatan jabatan semata-mata melalui mekanisme seleksi terbuka," ujar Ahmad Yuzar di hadapan para pejabat.
Bupati menerangkan bahwa sistem baru ini menitikberatkan pada penilaian komprehensif atas kemampuan, rekam rekam jejak, dan hasil evaluasi performa kerja ASN secara terpadu.
"Kita lebih menitikberatkan pada kompetensi, kemampuan, rekam jejak, dan hasil penilaian kinerja ASN melalui manajemen talenta," tegas Ahmad Yuzar secara intuitif.
Guna menjaga independensi, penilaian kapasitas ASN akan digodok secara objektif oleh Tim Komite Manajemen Talenta Kabupaten Kampar.
Hasil evaluasi komite selanjutnya diserahkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar pertimbangan rotasi maupun promosi jabatan strategis di Pemkab Kampar.
Ahmad Yuzar meminta seluruh Kepala OPD dan Camat untuk segera menerjemahkan visi-misi daerah dalam RPJMD ke dalam program kerja nyata yang dapat diukur secara kuantitatif.
"Kinerja harus dapat diukur dengan jelas sesuai tugas pokok dan fungsi. Penilaian tidak hanya dari atasan, tetapi juga dari kolega dan bawahan," tambahnya.
Pendekatan evaluasi multi-arah ini diterapkan agar terbentuk iklim kerja birokrasi yang sehat, transparan, objektif, dan saling mendukung antar-pegawai.
Selain kapasitas teknis, Bupati Kampar juga menggarisbawahi pentingnya nilai disiplin, loyalitas, serta kepatuhan terhadap regulasi bagi seluruh aparatur sipil.
Bupati menambahkan bahwa seluruh data talenta ASN Kabupaten Kampar nantinya akan diintegrasikan secara langsung ke dalam basis data nasional BKN RI.
"Ini merupakan cikal bakal penerapan satu manajemen ASN secara nasional. Karena itu, tunjukkan prestasi, loyalitas, dan kepatuhan terhadap aturan," pangkas Ahmad Yuzar optimis.(ADV).