Kapal Pekerja Migran Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 Korban Masih Hilang

Ahad, 16 Agustus 2026 | 14:23:34 WIB

GAGASANRIAU.COM, DUMAI -- Budi Cahyadi, Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru mengungkapkan Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap tiga korban hilang akibat kecelakaan kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang karam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai, Riau.

Dimana sebelumya kapal cepat bermesin ganda tersebut terbalik usai dihantam cuaca ekstrem saat hendak menuju Malaysia.

Diungkapkan Budi, insiden maut itu terjadi pada Jumat (14/8) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

"Berdasarkan laporan awal dari Kanit Polair Dumai ke Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, speed boat bermesin ganda tersebut lepas landas dari wilayah Rupat pada pukul 19.00 WIB " ungkap Budi kepada wartawan, Minggu (16/8).

Namun, lanjut Budi, di tengah pelayaran, armada tersebut diterjang badai hebat, hujan deras, serta angin kencang hingga terbalik.

Sehingga para penumpang terlempar ke laut, hanyut, dan berusaha menyelamatkan diri sembari meminta pertolongan.

Sejumlah korban selamat berhasil dievakuasi oleh kapal yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, sebelum akhirnya dibawa menuju daratan Dumai.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan pendataan, mengumpulkan bukti kronologi, serta mengidentifikasi data para penumpang.

Dari data sementara yang dihimpun Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, total terdapat 15 penumpang di atas kapal tersebut.

Sebanyak 12 orang dipastikan selamat, sementara tiga orang lainnya hingga kini masih hilang di tengah lautan.

Menanggapi laporan darurat tersebut, Kantor SAR Kelas A Pekanbaru mengerahkan Kapal RB 218 Dumai beserta 11 personel Rescuer dari Unit Siaga SAR Dumai menuju titik koordinat kecelakaan. Pencarian hari pertama dimulai pada Sabtu (15/8).

Tiba di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran dengan mengacak area seluas 122 nautical mile persegi sesuai rencana operasi SAR.

Operasi hari pertama dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB untuk penyampaian laporan (debriefing).

Memasuki hari kedua operasi pencarian (H2) pada Minggu (16/8), Tim SAR Gabungan menggelar briefing pada pukul 07.00 WIB sebelum menerjunkan armada kembali ke laut.

Pada operasi hari kedua ini, tim menyisir kembali area seluas 122 nautical mile persegi dengan kerapatan lajur pencarian (track spacing) sebesar 0,5 nautical mile.

Personel di lapangan diwajibkan mengedepankan prosedur keselamatan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta terus memantau dinamika gelombang laut dan cuaca.

Budi Cahyadi menegaskan pihaknya terus memaksimalkan pengerahan seluruh unsur gabungan demi menemukan tiga korban yang hilang.

“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel di lapangan,” tegas Budi.

Pencarian terhadap tiga korban masih terus berpacu dengan waktu.

Evaluasi berkala akan terus dilakukan Tim SAR Gabungan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan serta dinamika cuaca di perairan Pulau Rupat.

Terkini