GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Budi Cahyadi, Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru mengungkapkan bahwa tim SAR Gabungan menemukan dua korban kecelakaan kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai, Riau, pada hari ketiga operasi pencarian, Senin (17/8).
Dijelaskan Budi, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya dua jasad tersebut, kini tersisa satu korban lagi yang masih berada dalam perburuan Tim SAR di tengah lautan.
Kecelakaan maut itu sebelumnya melanda kapal jenis speed boat bermesin ganda rute Rupat–Malaysia pada Jumat (14/8).
Armada tersebut terbalik usai dihantam cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan badai di sekitar perairan Pulau Rupat.
Pada operasi pencarian hari ketiga, Senin (17/8), Tim SAR Gabungan memperluas radius operasi hingga mencapai 291 nautical mile persegi (Nm²) dengan kerapatan lajur pencarian (track spacing) sebesar 0,5 Nm.
Upaya penyisiran tersebut membuahkan hasil saat petugas menemukan korban pertama mengapung dalam keadaan tewas pada jarak 2,5 Nm dari titik lokasi kejadian (last known position).
Tak lama berselang, jasad korban kedua kembali ditemukan mengapung di lautan, berjarak sekitar 11,6 Nm dari lokasi tenggelamnya kapal.
Kedua jenazah langsung dievakuasi oleh Tim SAR menuju Pelabuhan Wilmar Dumai.
Selanjutnya, jasad para korban diserahkan kepada tim Inafis guna menjalani proses identifikasi resmi.
Budi Cahyadi mengonfirmasi operasi SAR akan terus digenjot demi melacak keberadaan satu penumpang yang hingga kini masih raib.
"Operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang," tegas Budi Cahyadi.
Dia menambahkan, pergerakan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan tetap diwajibkan mengedepankan standar keselamatan kerja personel.
Berdasarkan pemutakhiran data sementara, total korban yang terdata dalam insiden kapal tenggelam ini melonjak menjadi 22 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 penumpang dinyatakan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang sisanya masih dalam pencarian.