GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Yudhistira M, Prakirawan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis data lonjakan titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, di mana Provinsi Riau menjadi salah satu penyumbang terbesar kepungan api dan asap.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan masif hingga ribuan titik panas di pulau Sumatera pada akhir pekan ini.
Dalam data yang dirilis Yudhistira M, per Minggu (23/8) pukul 16.00 WIB menunjukkan total hotspot di Sumatera menembus angka fantastis: 1.754 titik.
Dari total angka mengerikan tersebut, Riau menyumbang sebanyak 306 titik panas, berada di posisi pertama setelah Sumatera Selatan yang mencatatkan 973 titik.
Ancaman terbesar di Riau kini berpusat di Kabupaten Pelalawan dengan ledakan 161 titik panas, disusul Kabupaten Indragiri Hilir yang membara dengan 101 titik.
Sementara itu, sebaran titik panas lainnya terdeteksi di Kabupaten Siak sebanyak 20 titik, Rokan Hulu 5 titik, serta Indragiri Hulu 5 titik.
Wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Rokan Hilir masing-masing mencatatkan 4 titik panas.

Adapun Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai turut terdeteksi masing-masing 1 titik.
Dampak dari tingginya angka kebakaran lahan ini mulai melumpuhkan kualitas udara dan ruang gerak publik akibat paparan kabut asap yang kian pekat.
BMKG mencatat penurunan jarak pandang (visibility) yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Riau pada Minggu sore pukul 16.00 WIB.
Kota Pekanbaru menjadi wilayah paling terdampak kabut asap dengan jarak pandang yang merosot tajam hingga tersisa 2,5 kilometer saja.
Kondisi serupa mengintai Rengat yang terisolasi kabut asap dengan jarak pandang terbatas di angka 5 kilometer.
Adapun wilayah Pelalawan mencatatkan jarak pandang sejauh 6 kilometer, sedangkan wilayah Tambang masih berada di angka 9 kilometer.
Di skala regional Sumatera, tren titik panas juga mengepung wilayah lain seperti Jambi (198 titik), Lampung (119 titik), Bangka Belitung (87 titik), Kepulauan Riau (36 titik), Sumatera Utara (16 titik), Sumatera Barat (10 titik), serta Aceh (5 titik) dan Bengkulu (4 titik).