20 Hari Padamkan Api Karhutla, Manggala Agni Sisir Bara Lahan Gambut HPK di Indragiri Hulu

20 Hari Padamkan Api Karhutla, Manggala Agni Sisir Bara Lahan Gambut HPK di Indragiri Hulu
Petugas Manggala Agni saat melakukan pemadaman Karhutla Riau

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Muhammad Ilham Sidik, Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Sumatera VII Rengat, mengatakan tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus membagi konsentrasi dan bertarung di dua wilayah sekaligus di Provinsi Riau.

Dibeberkan Ilham, hingga Sabtu (22/8/2026), operasi pemadaman di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Pelalawan menunjukkan dinamika yang berbanding terbalik.

Dalam laporan Muhammad Ilham Sidik, Karhutla skala besar di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, kini memasuki babak penyelesaian di hari ke-20 penanganan.

"Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2 per 17 Agustus 2026, akumulasi luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut membengkak hingga mencapai 471,39 hektar " kata Ilham dalam data yang diterima GagasanRiau.Com, Sabtu sore (22/8).

Meski demikian, gempuran armada gabungan berhasil mengendalikan pergerakan api utama.

"Status kepala api di Sungai Guntung Hilir sudah terkondisikan. Luas area yang berhasil dipadamkan secara fisik mencapai sekitar 48,2 hektar. Saat ini tim difokuskan pada kegiatan mopping up atau pendinginan," ujar Ilham Sidik.

Di kawasan berstatus Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) tersebut, petugas memanfaatkan air dari embung dan mengerahkan mesin pompa Mark-3 serta Mini Striker.

Pemadaman menyasar bara api yang tersembunyi di bawah akar pohon dan lantai tanah gambut.

Penanganan di Inhu bukan tanpa hambatan. Selain medan semak belukar dan kebun sawit warga, petugas harus melintasi akses jalan kaki sejauh 1 kilometer dari titik kendaraan, lalu membentang selang hingga 200 meter menuju sumber air.

Kerumutan Masih Berstatus Darurat Api Aktif

Situasi berbeda dan cenderung lebih mengkhawatirkan justru terjadi di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Operasi yang baru memasuki hari kedua ini masih diwarnai krisis akibat masih tingginya kobaran api aktif.

Di lokasi Hutan Produksi (HP) berkarakteristik gambut dalam ini, area yang berhasil dipadamkan baru menyentuh angka 2,9 hektar, sementara total luas yang terbakar masih dalam perhitungan presisi.

"Di Kerumutan pemadaman belum tuntas. Masih banyak kepala api aktif yang terus menjalar," tegas Ilham.

Kombinasi vegetasi akasia liar, semak belukar padat, serta kebun sawit membuat tumpukan bahan bakar di lokasi ini sangat tebal. 
Kondisi diperparah oleh hembusan angin kencang, tutupan asap pekat, serta tertutupnya akses masuk menuju titik kepala api.

Guna menahan laju penyebaran api, Manggala Agni bersama TNI, Polri, BPBD Pelalawan, dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Gandahera Hendana mengerahkan armada penuh, termasuk 1 unit Main Pump Watson, 2 unit Mark-3, dan 4 unit Mini Striker untuk melakukan penyekatan.

Hingga batas akhir operasi harian pada pukul 17.00 WIB, seluruh personel di dua lokasi ditarik kembali ke posko untuk evaluasi.

Pihak Manggala Agni memastikan gempuran pemadaman akan dilanjutkan kembali pada Minggu (23/8/2026) pagi.

Di Inhu, target difokuskan untuk memusnahkan sisa bara tanah dalam demi mengunci potensi re-ignite (penyalaan kembali), sedangkan di Kerumutan, misi utama tetap difokuskan pada pembukaan jalur dan penyekatan benteng api utama.  

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index