GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Aksi demonstrasi memprotes pengelolaan parkir tepi jalan umum di Kota Pekanbaru kembali bergejolak.
Gelombang protes masyarakat itu merebak lantaran ada dugaan kejanggalan sistemik yang dinilai menggerus Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ratusan massa dari Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pekanbaru Bersatu (APMPB) mendatangi pintu gerbang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (27/8).
Maasa menggunakan satu unit mobil komando dikerahkan mengiringi spanduk besar berlatar hitam-merah bertuliskan “Selamatkan PAD Kota Pekanbaru. Transparansi Pengelolaan Parkir, Tegakkan Hukum!”.
Secara terbuka, massa memajang foto Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru Yuliarso dan Kabid UPT Perparkiran Radinal di spanduk tersebut, menuntut Korps Adhyaksa segera memeriksa kedua pejabat itu.
"Pengelolaan parkir oleh PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) kami duga penuh kejanggalan, tidak transparan, dan berpotensi merugikan keuangan daerah," tegas orator aksi di atas mobil komando.
Koordinator Lapangan Raja Pradigjaya bersama Presidium APMPB Aji Pangestu membawa tujuh tuntutan resmi yang diserahkan ke pihak kejaksaan. Poin-poin utama tuntutan massa berfokus pada audit menyeluruh dan penegakan hukum:
- Audit Kerja Sama: Mendesak Kejati Riau memeriksa seluruh dokumen kerja sama, kontrak, hingga adendum antara Pemko Pekanbaru dan PT YSM.
- Mekanisme Setoran: Meminta penegak hukum mengusut jalur alur setoran parkir ke PAD serta memeriksa rekening transaksi pihak ketiga.
- Dugaan Korupsi Oknum: Menuntut pengusutan tuntas atas dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan oknum Pejabat Dinas Perhubungan.
Aksi yang dijaga ketat aparat kepolisian dan Provost sempat memicu kemacetan di jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman.
Perwakilan massa akhirnya diterima Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, di pintu gerbang utama untuk menyerahkan berkas laporan resmi.
APMPB mengancam bakal mengerahkan massa dalam jumlah jauh lebih besar jika Kejati Riau lambat merespons pengusutan terhadap PT YSM dan jajaran Dishub Pekanbaru.