GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kali ini, janji peningkatan fasilitas pendidikan di Kota Pekanbaru kembali diuji oleh realita pahit di lapangan.
Pasalmnya, hujan deras yang mengguyur ibu kota Provinsi Riau tak hanya menyisakan genangan, tetapi juga membongkar borok pembiaran infrastruktur dasar menuju fasilitas publik.
Hal itu terlihat dari akses vital menuju SMA Negeri 17 Pekanbaru di Jalan Fajar Raya (Jalan Pinang), Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, hingga kini masih berwujud tanah dan batu.
Ketika hujan deras melanda, ruas jalan bergelombang tersebut berubah menjadi 'kubangan' air setinggi 15 hingga 25 cm, lengkap dengan lumpur licin yang mengancam keselamatan para siswa dan orang tua.
Mengutip dari Riauposco, berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (21/7), air parit kecil melimpah ke badan jalan lantaran drainase di kawasan minim bangunan tersebut tak mampu menampung debit hujan.
Akibatnya, aktivitas antar-jemput sekolah berubah menjadi perjuangan bertaruh nyawa di atas jalanan licin.
Dua Tahun Berdiri, Pemerintah Tampak 'Tutup Mata'
Melihat kondisi ini, keluhan nyaring terlontar dari warga sekitar yang saban hari menyaksikan penderitaan para siswa.
Adalah warga yang bernama Herma, dia salah seorang warga lokal, mengungkapkan bahwa penderitaan ini bukanlah masalah baru, melainkan 'warisan' sejak SMAN 17 Pekanbaru pertama kali dibangun dua tahun lalu.
Semenjak bangunan sekolah megah berdiri, jalan akses utamanya justru tak pernah menyentuh sentuhan perbaikan yang layak dari pemerintah.
"Kalau hujan seperti ini, jalannya becek dan licin. Kasihan anak-anak yang lewat. Tadi ada anak-anak yang hampir jatuh, jadi kami berhenti dulu menunggu mereka lewat," ujar Herma gusar saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).
Menurutnya, setiap kali musim penghujan tiba, jalanan ini berubah menjadi arena bahaya yang mengerikan bagi para pengendara sepeda motor.
"Jalan ini sejak sekolah baru dibuat memang sudah seperti ini. Sekolahnya kalau tidak salah sudah sekitar dua tahun. Belum pernah diperbaiki sama sekali. Maunya pemerintah cepat diperbaiki, ini kan fasilitas umum akses ke sekolah," cetusnya menagih komitmen Pemko Pekanbaru.
Respons Reaktif Pemko Pekanbaru: Sekadar Tinjau Setelah Viral?
Sikap pembiaran selama dua tahun ini melempar pertanyaan besar terkait perencanaan pembangunan Kota Pekanbaru.
Fasilitas pendidikan yang dibangun menggunakan anggaran negara seolah berdiri tanpa memperhitungkan aspek keselamatan dan aksesibilitas dasar penggunanya.
Merespons keluhan dan sorotan yang kian membesar, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mendadak mengambil langkah awal.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menyatakan pihaknya baru menerjunkan tim ke lapangan untuk meninjau Jalan Pinang.
Survei mendadak ini diklaim untuk mendata kondisi eksisting sebagai acuan teknis dan penyusunan rencana penanganan.
"Kita akan cek ke lokasi terlebih dahulu," ujar Edward singkat saat dikonfirmasi Riauposco.
Meski Dinas PUPR berjanji akan menentukan bentuk penanganan yang tepat usai peninjauan, publik kini menunggu bukti nyata di lapangan.
Warga dan pihak sekolah berharap respons ini tak berhenti sekadar peninjauan formalitas di tengah penderitaan siswa yang harus terus membelah lumpur demi mendapatkan hak pendidikan.