Asap Tebal dan Krisis Air Kepung Pemadaman Karhutla Riau di 3 Wilayah, Ini Ulasan Lengkapnya

Ahad, 30 Agustus 2026 | 13:39:02 WIB
Petugas Manggal Agni saat melakukan pemadaman di Kerumutan, Pelalawan Sabtu 29 Agustus 2026

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Muhammad Ilham Sidik, Kepala Daerah Operasi (Daops) Sumatera VII/Rengat menyampaikan kondisi terkini operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kerjanya.

Petugas kini berpacu dengan waktu menembus medan berat demi melokalisasi kobaran api yang terus menjalar.

Muhammad Ilham Sidik, membeberkan dinamika dan perkembangan operasi pertempuran melawan api di tiga lokasi utama per Sabtu (29/8).

1. TKP Kerumutan (Hari ke-9)

Operasi maraton di kawasan Kerumutan yang telah memasuki hari kesembilan menunjukkan perkembangan signifikan. Tim Manggala Agni berhasil mengunci pergerakan api.

Area terdampak kini resmi dipasangi garis sekatan demi membendung penjalaran lebih luas.

"Kondisi TKP sudah tersekat. Progres pengerjaan dan pengendalian menunjukkan tren yang sangat positif," kata Ilham Sidik, Sabtu (29/8) dalam laporannya yang diterima GagasanRiau.Com.

Saat ini, status penanganan di Kerumutan telah bergeser masuk ke tahapan mopping up (pendinginan akhir).

Target utama petugas adalah menggempur bara api tersembunyi yang terperangkap di bawah lapisan dalam gambut serta perakaran pohon.

Pemantauan intensif terus dimaksimalkan menggunakan pesawat nirawak (drone) yang dipadu dengan patroli visual darat menggunakan kendaraan roda dua dan jalan kaki.

Kegiatan mopping up ini dipastikan masih akan terus berlanjut hingga seluruh potensi api benar-benar padam total.

2. TKP Kertajaya, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir (Hari ke-6)

Situasi di Desa Kertajaya, Kabupaten Indragiri Hilir, mulai berangsur kondusif memasuki hari keenam operasi pemadaman.

Mayoritas titik kepala api yang membakar hamparan tanah gambut seluas kurang lebih 17 hektare tersebut berhasil dibendung oleh petugas.

Kendati demikian, tim di lapangan harus memutar otak akibat terkendala krisis sumber air yang makin menyusut.

Untuk menembus hambatan ini, petugas memanfaatkan embung buatan guna memangkas jarak semprotan air langsung menuju kepala api.

Gumpalan asap pekat yang memangkas jarak pandang serta tiupan angin kencang di lokasi menjadi ancaman laten yang sewaktu-waktu dapat menyulut kembali kobaran api.

3. TKP Kuantan Babu (Hari ke-2)

Selain itu Ilham Sidik juga menyampaikan bahwa ancaman paling mengkhawatirkan kini bergeser ke kawasan Kuantan Babu yang memasuki hari kedua pemadaman.

Perambatan api yang melompati area Sungai Guntung Hilir dilaporkan makin liar dan resmi menerobos masuk ke area hutan primer tegakan kayu.

"Guna memperkuat daya tempur di titik kritis ini, 1 regu personel BKO tambahan beserta peralatan pemadaman lengkap diterjunkan langsung dari Daops Manggala Agni Sumatera V/Dumai " kata Ilham.

Petugas kini memprioritaskan pembuatan sekatan perimeter guna memutus total jalur perambatan api di dalam hutan.

"Luas pasti area yang terbakar di Kuantan Babu saat ini masih dalam proses kalkulasi tim teknis di lapangan " ujarnya.

Perjuangan tim di lokasi ini dihadang medan yang terjal dan ekstrem.

Petugas wajib berjalan kaki menyusuri rute sejauh 1,5 kilometer untuk bisa menjangkau titik kepala api, di tengah himpitan krisis air dan terpaan angin kencang.

Guna mempercepat penetrasi tim, pengerjaan alat berat dikerahkan ke lokasi untuk membuka akses jalan baru sekaligus membedah embung darurat sebagai penyuplai pasokan air pemadaman.

Terkini