Meski Tadi Malam Sudah Turun Hujan, Sumatera Masih Membara 1.620 Titik Panas, Udara Masih Berkabut

Meski Tadi Malam Sudah Turun Hujan, Sumatera Masih Membara 1.620 Titik Panas, Udara Masih Berkabut
Petugas Manggal Agni saat melakukan pemadaman di Kerumutan, Pelalawan Sabtu 29 Agustus 2026

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Meskipun Kota Pekanbaru tadi malam diguyur huja deras, namun eskalasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera masih mengintai.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melansir jumlah titik panas (hotspot) masih mengepung berbagai wilayah.

Berdasarkan pembaruan data terbaru Minggu (30/8), terdeteksi total 1.620 titik panas yang tersebar masif di daratan Sumatera.

Dan Provinsi Riau mencatatkan lonjakan tajam dengan menyumbang hingga 264 titik panas.

Elisa JS Kedang, Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, dalam laporannya membeberkan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir kini menduduki posisi puncak zona merah di Riau dengan temuan 88 titik panas.

Kemudian di Kabupaten Pelalawan mengekor ketat di urutan kedua dengan ledakan 80 titik panas. Kondisi membara ini juga merembet ke wilayah lain.

BMKG juga mengonfirmasi titik panas tersebar di Indragiri Hulu (41 titik), Bengkalis (14 titik), Siak (13 titik), serta Kuantan Singingi (12 titik).

Sementara itu, titik api turut terdeteksi di Kampar (7 titik), Rokan Hilir (4 titik), Kota Dumai (3 titik), serta Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti yang masing-masing mengantongi 1 titik panas.

Sementara untuk di level regional Sumatera, Provinsi Sumatera Selatan masih memegang rekor tertinggi dengan angka fantastis mencapai 827 titik panas.

Provinsi Lampung mengekor di posisi berikutnya dengan 158 titik, disusul Jambi (157 titik) dan Bangka Belitung (108 titik).

Sisa titik panas Sumatera lainnya terdistribusi di Sumatera Utara (41 titik), Sumatera Barat (38 titik), Aceh (12 titik), Bengkulu (10 titik), serta Kepulauan Riau (5 titik).

Kondisi mengepulnya ribuan titik panas ini berdampak langsung pada kualitas atmosfer dan jarak pandang di Provinsi Riau.

BMKG memprakirakan kondisi "Udara Kabur" hingga berawan akan mendominasi seluruh wilayah Riau sepanjang hari, mulai dari pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari.

"Meski diselimuti udara kabur, potensi guran hujan berintensitas ringan hingga sedang diprediksi terjadi pada pagi hari di sebagian Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pelalawan " kata Elisa dalam laporannya yang diterima GagasanRiau.Com, Minggu (30/8).

Pada sore hingga malam hari, hujan lokal berintensitas ringan diperkirakan mengguyur sebagian Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Kuansing, Inhu, Inhil, Siak, Rohul, Rohil, hingga Kota Dumai.

BMKG mengonfirmasi tidak ada peringatan dini (nihil) cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah Riau pada hari ini.

Suhu udara di wilayah Riau diproyeksikan berada pada rentang terik 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 50 hingga 93 persen.

Angin bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 km/jam.

Sementara itu untuk sektor perairan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan masih dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index