Petaruhan Menginap di Lahan Gambut Lahang Hulu: Mengapa Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Enggan Pulang Meski Api Padam?

Ahad, 30 Agustus 2026 | 16:51:09 WIB
Kapolres Inhil dan Petugas gabungan saat bermalam di Lahang Hulu, Inhil

GAGASANRIAU.COM, INDRAGIRI HULU – Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto., mengambil langkah ekstrem dengan mengajak seluruh anggotanya bermalam langsung di lokasi bekas kebakaran pada Minggu (30/8/2026).

Langkah yang diambil Donny Eko ini untuk memastikan proses pendinginan dan pengawasan tidak terputus, sekaligus memastikan tidak ada lagi bara api yang kembali membara di Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Meskipun, di tengah sisa asap yang menyengat, panas bekas kebakaran, serta medan yang sangat sulit, Donny bersama personel gabungan TNI, Polri, BPBD, hingga Pemadam Kebakaran memilih untuk terus bertahan di lapangan.

Keputusan bermalam di kawasan karhutla ini didasari satu tujuan tegas, memastikan api benar-benar padam total dan tidak menyisakan bara tersembunyi.

Meski kobaran api utama berhasil dikendalikan, tim penanggulangan menolak menganggap pekerjaan telah selesai.

Tim gabungan masih harus terus melakukan penyisiran intensif dan penyiraman pendinginan pada sejumlah titik yang berpotensi menyimpan bara api.

Setiap titik demi titik diperiksa secara cermat oleh petugas.

Area lahan yang masih mengeluarkan asap tipis langsung disiram ulang, sementara kawasan bekas terbakar terus diawasi secara ketat demi mencegah kemunculan api susulan.

Di tengah rumitnya operasi penanganan tersebut, Donny memilih untuk tetap berada di garis depan bersama para personel dan seluruh unsur gabungan.

Medan bekas terbakar yang dipenuhi lumpur, sisa kepulan asap, serta keterbatasan akses jalan menjadi bagian dari ujian berat yang harus mereka hadapi demi keamanan kawasan.

"Bermalam di titik lokasi kejadian menjadi strategi krusial agar pengawasan dan proses penyiraman pendinginan tidak terhenti di tengah jalan " kata AKBP Donny Eko Minggu sore kepada wartawan.

Di sisi lain, Donny menegaskan bahwa keberhasilan menaklukkan dan memadamkan kobaran api bukanlah klaim atau hasil kerja tunggal dari satu institusi saja.

Menurutnya, penanganan karhutla yang efektif hanya dapat berjalan berkat sinergi kokoh serta kerja keras seluruh elemen yang terjun bersama di medan bencana.

“Alhamdulillah, api dapat kita kendalikan dan padamkan. Ini bukan keberhasilan satu pihak, tetapi hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh tim yang terlibat,” kata Donny.

Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, hingga jajaran pemerintah daerah, kecamatan, dan desa.

Donny juga menyampaikan terima kasih kepada Masyarakat Peduli Api (MPA), unsur perusahaan, para relawan, serta warga lokal yang ikut berjibaku menanggulangi karhutla.

“Terima kasih kepada seluruh personel dan semua pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, MPA, perusahaan, relawan serta masyarakat. Semua mempunyai peran dalam upaya ini,” ujarnya.

Namun, bagi Donny dan tim gabungan, fakta bahwa kobaran api telah hilang tidak serta-merta menandakan operasi kemanusiaan ini resmi berakhir.

Tahap pendinginan secara menyeluruh harus tetap digencarkan guna menjamin tidak ada sisa bara yang dapat memicu kebakaran ulang.

“Api yang terlihat sudah padam bukan berarti kita langsung meninggalkan lokasi. Kita harus memastikan melalui pendinginan dan penyisiran bahwa bara benar-benar mati. Karena itu, kami bersama tim memilih tetap bertahan dan bermalam di lokasi,” tegasnya.

Donny menilai, soliditas dan kekompakan seluruh unsur merupakan kunci kekuatan utama saat berhadapan dengan bencana karhutla, terutama ketika harus bertaruh nyawa di medan yang terisolasi.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Di lapangan kita satu tim, satu tujuan, bagaimana api segera padam, masyarakat terlindungi dan lingkungan kita dapat diselamatkan,” tambah Donny.

Secara teknis, karhutla memiliki karakteristik tantangan tersendiri yang sangat mengancam.

Api yang tak lagi tampak di permukaan tanah belum tentu menandakan seluruh bara di dalamnya telah mati, terutama jika musibah terjadi di kawasan lahan gambut.

Bara api sanggup bertahan dan tersimpan lama di bawah lapisan permukaan tanah gambut, lalu sewaktu-waktu dapat menyemburkan api baru apabila tertiup angin atau terik matahari.

Oleh karena itu, prosedur pendinginan pasca-pemadaman menjadi tahapan paling krusial yang tidak boleh diabaikan.

Tim gabungan terus menyisir setiap sudut kawasan untuk memburu sisa asap maupun titik panas (hotspot) yang tersembunyi.

Satu per satu indikasi bara diperiksa secara mendalam sebelum kembali disiram hingga tak berbekas.

Di saat sebagian besar masyarakat mulai beristirahat dengan tenang bersama keluarga di rumah, para petugas ini justru masih harus bersiap siaga di tengah ketidakpastian kawasan karhutla.

Personel TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, beserta seluruh unsur gabungan lainnya memilih tetap sepakat untuk berada posisi di lapangan.

Terkini