Ancaman Asap Karhutla Belum Mereda, Pekanbaru Dijejali Udara Kabur dari Pagi Hingga Malam

Rabu, 09 September 2026 | 10:49:40 WIB
Petugas Manggala Agni saat melakukan pemadaman Karhutla Riau

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Rabu pagi (9/9/2026) paparan racun asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi kesehatan warga Riau.

Pasalnya, berdasarkan prakiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan fenomena "udara kabur" yang diduga kuat dipicu kabut asap bakal menyelimuti sebagian besar wilayah Riau, khususnya Kota Pekanbaru, dari pagi hingga malam hari, Rabu (9/9).

Ranti Kurniati, Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, menyebut kondisi udara kabur tersebut kian menyiksa lantaran beriringan dengan sengatan suhu udara terik yang menyengat hingga mencapai 34,0 derajat Celsius.

"Sejak pagi hingga sore hari, udara kabur diprakirakan bakal terhirup masyarakat Riau, terutama di Kota Pekanbaru, dipicu indikasi asap karhutla," ungkap Ranti dalam rilis resminya, Rabu (9/9) yang diterima GagasanRiau.com.

Berdasarkan pemantauan satelit terbaru hingga pukul 23.00 WIB, total titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera tercatat mencapai 1.607 titik.

Provinsi Sumatera Selatan masih memimpin dengan 1.038 titik, disusul Jambi 135 titik, dan Riau berada di peringkat ketiga dengan sumbangan 150 titik panas.

Di tingkat lokal Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih menjadi wilayah paling rawan dan membara setelah terdeteksi menyumbang 66 titik panas.

Kabupaten Bengkalis mengekor di urutan kedua dengan 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, serta Kabupaten Siak 10 titik panas.

Secara umum, BMKG memprakirakan kondisi cuaca Riau didominasi udara kabur dengan variasi berawan hingga cerah berawan sepanjang hari.

Hujan ringan hingga sedang berpotensi membasahi sejumlah daerah secara bergantian, seperti Bengkalis, Dumai, dan Rokan Hulu pada pagi hari, serta meluas ke Pekanbaru, Kampar, Siak, hingga Meranti pada siang dan malam hari.

Guna mengantisipasi dampak cuaca yang tidak menentu di tengah kepungan asap, BMKG merilis peringatan dini ancaman cuaca ekstrem.

"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam hari," tegas Ranti.

Sementara itu, parameter kelembapan udara Riau terpantau berkisar antara 50 hingga 100 persen dengan pergerakan angin bertiup dari arah Tenggara ke Barat berkecepatan 10–40 km/jam.

Prakiraan tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau dilaporkan relatif kondusif pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

Terkini