Data SiPongi Sebut Riau Nihil Titik Api, BPBD: Hotspot Terdeteksi Cuma Asap Industri

Senin, 21 September 2026 | 13:18:21 WIB
Edy Afrizal, Kepala Pelaksana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Edy Afrizal, Kepala Pelaksana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengklaim wilayah Riau sepenuhnya bebas dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) per Minggu (20/9/2026).

Menurut Edy, klaim tersebut mengacu pada data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) milik Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH).

Edy Afrizal, menegaskan status wilayahnya bersih dari amukan api.

Tak lupa, dia mengimbau masyarakat harus membedakan antara indikasi titik panas (hotspot) dengan titik api riil (firespot).

"Berdasarkan SiPongi, firespot kita di Riau nihil. Bukan hotspot, ya. Ini dua hal yang berbeda," ujar Edy.

Meski demikian, data satelit sempat mendeteksi dua hotspot yang tersebar di Rokan Hulu dan Pelalawan.

Namun, BPBD berdalih hasil pemantauan udara menunjukkan titik panas tersebut berasal dari aktivitas industri swasta, bukan karhutla.

Hasil pembesaran citra satelit pada koordinat terkait mengarah langsung pada area pabrik pulp and paper serta pabrik kelapa sawit.

Tingkat kepercayaan (confidence level) titik panas tersebut berada di kategori rendah menuju firespot.

"Kalau ada laporan hotspot dengan confidence di atas 70 persen, langsung kita tindak lanjuti pengecekan ke lokasi karena sangat mungkin ada titik api. Dari pengecekan kita, dua hotspot itu rupanya pabrik. Artinya, Riau nihil karhutla," tegas Edy.

Sementara itu, dua wilayah yang sempat membara, yakni Desa Semambu di Kecamatan Gaung (Inhil) serta kawasan Kuala Cenaku (Inhu), dipastikan sudah padam total.

Pemadaman mengandalkan gempuran tim gabungan darat, helikopter water bombing (WB) satgas udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Mudah-mudahan laporan nihilnya firespot ini terus berlanjut. Tim darat dan udara gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh pihak terus bersiaga," pungkas Edy.

Terkini