Asap Beracun Karhutla Makin Mematikan, Hampir 10 Ribu Warga Pekanbaru Diserang ISPA, Dinkes Siaga Satu!

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:13:12 WIB
Petugas Manggala Agni saat melakukan pemadaman Karhutla Riau

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sumatera telah menjadi teror kesehatan yang mematikan bagi warga Kota Pekanbaru.

Data terbaru yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat lonjakan mengerikan kasus gangguan kesehatan akibat paparan racun udara, di mana nyaris 10 ribu jiwa warga kini resmi menyandang status penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Hazli Fendriyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, membeberkan bahwa hingga Selasa (13/10/2026), akumulasi data korban terdampak kabut asap telah menembus angka fantastis, yakni mencapai 11.707 kasus.

Kata dia, dari belasan ribu korban yang merintih kesakitan tersebut, mayoritas utamanya diinjak oleh penyakit pernapasan.

"Sampai hari ini sudah 11.707 orang ya total kumulatif kasus. Sebanyak 9.816 kasus merupakan ISPA," tegas Hazli, Selasa (13/10/2026).

Mengerikannya data ini dihimpun Dinkes secara maraton dari fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh penjuru kota, mencakup 21 Puskesmas dan 30 rumah sakit di Pekanbaru.

Tak hanya merusak paru-paru lewat ISPA, partikel mikro berbahaya dari asap pembakaran lahan juga memicu penyakit komplikasi lainnya.

Tercatat sebanyak 892 warga terserang asma akut, 498 warga menderita iritasi kulit, serta 328 warga mengalami konjungtivitis atau iritasi mata parah.

Merespons gempuran wabah asap yang kian meluas ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinkes akhirnya menetapkan status kesiapsiagaan tinggi dengan merombak total jam operasional layanan medis dasar.

Hazli mengonfirmasi bahwa seluruh Puskesmas di Pekanbaru kini diinstruksikan untuk memperpanjang jam pelayanan hingga malam hari, yakni buka sampai pukul 21.00 WIB, serta tetap beroperasi tanpa libur pada hari Sabtu dan Ahad.

"Dengan kesiapsiagaan tersebut, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan di tengah kondisi kabut asap dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis," terangnya.

Setiap Puskesmas diklaim telah disuntik pasokan obat-obatan darurat, tabung oksigen, hingga peralatan medis penanganan ISPA.

Di samping menyiagakan posko kesehatan dan membagikan masker gratis, Dinkes menyerukan imbauan keras agar masyarakat membatasi total aktivitas di luar ruangan dan tidak mencopot masker saat terpaksa keluar rumah demi meminimalisir gempuran racun asap ke paru-paru.

Terkini