Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Pelalawan, Kepsek Sebut dari Ayam, SPPG Klaim Salak Busuk

Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Pelalawan, Kepsek Sebut dari Ayam, SPPG Klaim Salak Busuk
Potongan video penampakan belatung di MBG Pelalawan

GAGASANRIAU.com, PANGKALAN KERINCI -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, mendadak menjadi sorotan tajam setelah diduga ditemukannya belatung pada makanan yang dibagikan kepada siswa pada Senin (5/10/2026).

Temuan mengejutkan ini dibenarkan langsung oleh salah satu kepala sekolah di Kecamatan Ukui saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (8/10/2026).

Menurut penjelasan kepala sekolah tersebut yang dilansir dari Riauterkinicom, pihak sekolah baru mengetahui insiden ini setelah meminta keterangan langsung dari para siswa yang menerima jatah makanan.

Berdasarkan pengakuan jujur dari para siswa, belatung yang ditemukan di dalam tempat makan diduga kuat berasal dari lauk berbahan dasar daging ayam.

"Benar, hari Senin kemarin. Setelah kami tanyakan kepada siswa, katanya dari ayam," ujar kepala sekolah tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Namun, klaim dari pihak sekolah tersebut mendadak bertolak belakang dengan keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat dikonfirmasi terpisah mengenai temuan kontroversial tersebut, pihak SPPG membenarkan adanya belatung, tetapi menampik jika penyebabnya berasal dari lauk ayam.

Pihak SPPG berdalih bahwa belatung tersebut bersumber dari buah salak yang disajikan sebagai menu pelengkap dalam paket MBG.

"Benar, Bang. Ulatnya dari salak. Salaknya bagus di luar, pas dibuka jelek," kata pihak SPPG merespons konfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Pihak SPPG merincikan bahwa pasokan buah salak tersebut diperoleh dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal bernama Yetriza.

Sementara itu, sebagian pasokan buah salak lainnya didatangkan langsung dari Kota Pekanbaru (PKU) tergantung pada tingkat ketersediaan stok buah di pasar.

Pihak SPPG juga mengklaim bahwa seluruh pasokan buah salak sebenarnya telah melewati tahap penyortiran ketat sebelum dibagikan ke tangan para siswa demi menjaga mutu.

"Sudah disortir, karena biar tidak terjadi seperti ini. Ya, rupanya kembali lagi, Bang. Di luar bagus, di dalam busuk," jelas pihak SPPG memberikan alasan.

Adanya perbedaan keterangan yang bertolak belakang antara pihak sekolah dan penanggung jawab gizi ini memicu pertanyaan besar, terutama menyangkut aspek higienitas serta kepastian sumber belatung dalam makanan anak sekolah tersebut.

Pihak-pihak terkait dan otoritas berwenang didesak untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan medis serta evaluasi mendalam guna membedah sumber utama temuan belatung ini.

Hingga berita ini ditayangkan, belum dapat dipastikan berapa banyak paket makanan atau buah yang mengalami kondisi berulat serupa.

Selain itu, belum diketahui pula apakah ada siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan atau keracunan makanan setelah mengonsumsi sajian dalam program MBG tersebut.  

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index