Kasus Berulang di Kampar, 13 Murid SDN 044 Karya Indah Dilarikan ke RS Diduga Keracunan MBG

Kasus Berulang di Kampar, 13 Murid SDN 044 Karya Indah Dilarikan ke RS Diduga Keracunan MBG
Penampakan Murid SDN 044 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar mendapatkan perawatan medis di RSD Madani Pekanbaru karena diduga keracunan makanan program MBG, Selasa (6/10/2026). (Foto Riauposco)

GAGASANRIAU.com, KAMPAR -- Lagi dan lagi, kasus dugaan keracunan makanan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berulang di Kabupaten Kampar, Riau.

Kali ini, sebanyak 13 murid SDN 044 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, terpaksa dilarikan dan dirawat intensif di rumah sakit usai mendadak mengalami gejala keracunan pasca-menyantap hidangan MBG, Selasa (6/10/2026).

Dalam catatan redaksi, insiden medis ini menjadi kasus keracunan MBG kedua yang melanda Kampar dalam rentang kurun waktu dua bulan terakhir.

Zulhendra Das'at, Kepala Dinas Kesehatan Kampar, melalui Kabid P2P Elfian, mengonfirmasi bahwa dari total 555 siswa penerima paket program MBG di sekolah tersebut, sebanyak 13 murid mengalami Reaksi Simptomatik Akut.

Korban terdiri dari 12 siswa kelas 6B dan 1 siswa kelas 6A.

Para siswa mengeluhkan gelombang gejala dramatis mulai dari ruam kemerahan dan bentol di kulit, sakit perut hebat, mual, muntah, hingga demam tinggi.

Reaksi fisik tersebut bereaksi kilat, hanya selang 10 menit setelah para murid melahap sajian MBG saat jam istirahat sekitar pukul 09.30 WIB.

Adapun komposisi menu MBG yang disajikan penyedia pada hari kejadian terdiri dari nasi, telur goreng sambal cabai, tempe goreng, tumis sawi putih, serta potongan buah semangka.

Saat ini seluruh korban menjalani perawatan di RS Madani Pekanbaru.

Sebanyak sembilan murid dipindahkan ke ruang rawat inap untuk observasi ketat, sementara empat siswa lainnya harus mendapatkan tindakan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dinas Kesehatan Kampar menegaskan belum memvonis penyebab pasti insiden massal tersebut.

Sampel sisa hidangan telah disita dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Riau guna menguji kandungan biologis maupun kimia.

Pemantauan epidemiologi diberlakukan penuh selama 3x24 jam ke depan.

Kepala SDN 044 Karya Indah, Iwan Saepudin, memastikan para siswanya murni menelan hidangan MBG dan belum sempat membeli jajanan luar.

"Anak-anak mengeluhkan gatal dan mual tidak lama setelah mengonsumsi MBG. Saat itu mereka belum ke kantin karena masih pagi dan baru makan sajian MBG tersebut," terang Iwan dikutip dari Riauposco.

Rentetan musibah ini mempertegas lemahnya pengawasan standar higiene dan sanitasi (food safety) penyedia hidangan program nasional MBG di daerah.

Sebelumnya pada 18 Agustus 2026, kasus keracunan MBG skala masif telah menghantam Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, yang memakan korban hingga 141 orang (126 siswa SMKN 1 Tapung Hulu dan Ponpes Al Muktas, serta 15 guru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index