Teror Buaya Sungai Kuantan Mengganas, Nenek 75 Tahun Diterkam Saat Cuci Piring, Kena 20 Jahitan!

Senin, 02 November 2026 | 12:51:07 WIB
Nenek diterkam buaya Kuansing

GAGASANRIAU.com, KUANTAN  SINGINGI -- Buaya kembali meneror warga di sepanjang aliran Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Kali ini korbannya, seorang nenek berusia 75 tahun saat tengah beraktivitas mencuci piring di tepi sungai.

Korban diidentifikasi bernama Rosnidar, warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan.

Mengutip Riauterkinicom, peristiwa mengerikan ini terjadi di lokasi Tepian Gudang Pulau Gobah pada Minggu (1/11) sekitar pukul 14.30 WIB.

Titik serangan buaya tersebut bukanlah lokasi asing bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan catatan warga, Tepian Gudang Pulau Gobah yang berada tepat di dekat pancang start arena tradisi Pacu Jalur merupakan 'zona merah' mematikan.

Sebelum insiden yang menimpa Rosnidar, sudah ada tiga orang warga yang diserang buaya di titik yang persis sama.

Kejadian bermula saat Rosnidar beraktivitas di tepi sungai seperti biasa.

Tanpa disadari, seekor buaya berukuran besar mendadak muncul dari dalam air dan menyambar tubuh sang nenek, mengunci gigitannya tepat di bagian lutut.

Maut berada tipis di depan mata. Beruntung, gigitan buaya tersebut hanya berlangsung beberapa detik sebelum sang predator melepaskan cengkeramannya dan melompat kembali ke tengah arus sungai.

Meski berhasil selamat dari cengkeraman maut, Rosnidar mengalami luka sobek parah di bagian lutut dan tangan kanan. 
Dengan darah yang terus mengucur deras, korban berjuang bergegas pulang ke rumah hingga akhirnya dilarikan pihak keluarga ke fasilitas medis.

Tim medis Klinik Azam Medika Desa Lubuk Ambacang bergerak cepat menangani luka robek yang dialami sang nenek.

Kepala Klinik Azam Medika, dr. Cindy Claudia, mengonfirmasi bahwa korban tiba dengan dua luka terbuka yang cukup dalam akibat taring buaya.

"Dua luka menganga di kaki dan tangan kanan. Total 20 jahitan. Setelah stabil, korban kami pulangkan," ungkap dr. Cindy Claudia saat memberikan keterangan medis.

Jajaran Polsek Hulu Kuantan membenarkan insiden berulang yang meresahkan warga desa tersebut. Kapolsek Hulu Kuantan, AKP Repriadi, SE, mengonfirmasi anggotanya telah diterjunkan ke lokasi serta mendampingi korban selama perawatan di klinik.


Kepolisian mendesak masyarakat untuk menyetop seluruh aktivitas MCK (mandi, cuci, kakus) di area sungai yang telah berulang kali memakan korban jiwa maupun luka tersebut.

"Di lokasi itu sudah berulang kali terjadi. Kami imbau warga lebih waspada, terutama yang masih cuci dan mandi di sungai," tegas AKP Repriadi.

Terkini