Di Irak Usai Buka Puasa, Lebih dari Selusin Bom Meledak

Ahad, 21 Juli 2013 - 13:21:51 wib | Dibaca: 2146 kali 

[caption id="attachment_3317" align="alignleft" width="300"]Pelajar melintas di depan sebuah rumah yang hancur akibat ledakan bom di Kirkuk, Irak (17/12). REUTERS/Ako Rasheed Pelajar melintas di depan sebuah rumah yang hancur akibat ledakan bom di Kirkuk, Irak (17/12). REUTERS/Ako Rasheed[/caption]

gagasanriau.com Baghdad -  Bulan Ramadan tidak menghentikan aksi pengeboman di Irak. Kondisinya malah kian memburuk. Selusin bom mobil dan satu bom di tepi jalan meledak di kala berbuka, Sabtu malam. Sedikitnya 65 orang tewas dan 190 orang cedera.  Kekerasan selama bulan Juli adalah yang terburuk sejak tahun 2008, dengan lebih dari 520 orang tewas.

Dua belas bom mobil dan satu bom di tepi jalan meledak di Kota Baghdad. Satu bom lagi meledak di Madain, sebelah selatan ibu kota, kata kolonel polisi dan pejabat medis.

Bom-bom tersebut meledak di saat puluhan warga Baghdad berada di kafe-kafe untuk berbuka puasa. Insiden paling banyak menelan korban terjadi di Karrada, distrik kalangan atas di Baghdad, dimana dua bom mobil menewaskan 12 orang di pusat Kota Zafraniyah.

Di Mosul, 400 kilometer barat Laut Baghdad, bom pinggir jalan menewaskan seorang polisi yang sedang berpatroli dan mencederai satu lainnya. Di sebelah tenggara kota, sebuah bom menewaskan seorang perempuan dan 22 luka-luka, termasuk tujuh polisi.

Serangan Sabtu kemarin merupakan yang terburuk di Irak sejak 10 Juni lalu, yang menelan korban 78 orang. Rangkaian serangan bom terjadi sehari setelah bom bunuh diri dalam mesjid Sunni di Irak Tengah, menewaskan 20 orang yang sedang salat.

“Saya ada di deretan pertama orang-orang yang sembahyang. Kami sedang mendengarkan khutbah, saat tiba-tiba sebuah ledakan besar mengguncang tempat itu,” Salman Ubaid, seorang mahasiswa berusia 22 tahun. Tidak jelas siapa dalang ledakan yang terjadi di Provinsi Diyala tersebut. Lebih dari 2.700 orang tewas di Irak sejak awal tahun 2013. RT NEWS | NATALIA SANTI

Loading...
BERITA LAINNYA