Edy Heriyanto Sindrang Niat Kembalikan Kejayaan Golkar 1998

Rabu, 02 Maret 2016 - 22:47:33 wib | Dibaca: 2874 kali 
Edy Heriyanto Sindrang Niat Kembalikan Kejayaan Golkar 1998
Edy Heriyanto Sindrang Niat Kembalikan Kejayaan Golkar 1998

GagasanRiau.Com Tembilahan - Anggota komisi III DPRD Indragiri Hilir, Edy Heriyanto Sindrang bertekad kuat maju pada Musda Golkar yang akan digelar di Indragiri Hilir mendatang.

Dikatakannya, ia ingin maju memimpin Golkar adalah niat mengembalikan eksistensi Partai masa kejayaan Golkar pada tahun 1998 dulu.

"Saya berniat maju menjadi calon ketua pada bursa pemilihan di Musda Golkar yang akan datang, tidak terlepas dari niat dan tekad saya, yaitu mengembalikan kejayaan Golkar sedia 1998 dulu," katanya, Rabu (2/3/2016).

Kejayaan yang dimaksud Edy katanya, pada tahun 1998 Partai Golkar memiliki 15 anggota DPRD di gedung paripurna Inhil.

"Kejayaan Golkar pada tahun 1998 yang saya maksud adalah Partai Golkar memiliki 15 kader yang menjadi anggota DPRD di Indragiri Hilir," ulasnya.

Ia juga membagikan metode untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar sama pada tahun 1998, yakni dengan menjaga kekompakan di internal partai.

"Cara yang akan saya lakukan untuk kembalikan kejayaan Golkar sama kala tahun 1998 yaitu memperhatian, serta menjaga kekompakan Kordes dan PK, karna Kordes dan PK adalah tombak suara partai," Ucap Edy.

Anggota Komisi III yang di kenal vokal memperjuangkan nasib kelapa ini mengatakan, semua anggota yang ada di Golkar bisa maju menjadi calon Ketua asal memenuhi dalam aturan yang tertuang di AD/ART partai.

"Semua anggota Partai Golkar bisa maju menjadi calon ketua Partai Golkar, asal memenuhi aturan main, dan anggota partai yang saya maksud layak maju jadi calon ketua  ialah  Ir. Junaidi, Yusuf Said, Rajali, Yunus Lago, dan H M Wardan," imbuhnya.

Pesan Edy Sindrang kepada seluruh kader partai yang ingin ikut  berkompetisi pada Musda Golkar adalah, tanamkan jiwa ksatria siap kalah siap menang, siap mendukung siap di dukung, siap menerima dan di terima, yang lebih spesifik adalah utamakan kepentingan partai bukan ego pribadi. (*)

Reporter Daud M Nur


Loading...
BERITA LAINNYA