Seharusnya Plt Gubri, Cukong Sawit dan HTI Harus Dimarahi Pangdam

Kamis, 10 Maret 2016 - 15:44:01 wib | Dibaca: 3073 kali 
Seharusnya Plt Gubri, Cukong Sawit dan HTI Harus Dimarahi Pangdam
Woro Supartinah, Koordinator Jikalahari

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menantang Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung agar memarahi perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan Hutan Tanaman Industri dan sawit dan Cukong pembakar hutan dan lahan gambut di Riau. Karena mereka sesungguhnya sumber dari segala bencana kebakaran lahan dan hutan di Bumi Lancang Kuning ini.

“Termasuk memarahi Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) dan Bupati/Walikota yang wilayahnya terbakar sepanjang tahun 2016,”kata Woro Supartinah, Koordinator Jikalahari kepada GagasanRiau.Com melalui rilis pers nya Kamis (10/3/2016).

“Pangdam harusnya bukan saja memarahi Kadishut Riau, marah juga dong dengan Plt Gubernur Riau yang lamban memperbaiki tata kelola lingkungan hidup Riau,” kata Woro Supartinah.

Pada 7 Maret 2016, saat Rakor kebakaran hutan dan lahan di Aula Lanud Roesmin Nurjadin, Lodewyk mengatakan Pemerintah Daerah gagal mensosialisasikan pencegahan Karhutla kepada masyarakat, buktinya masih berulangnya kebakaran di Riau. "Saya hadir kemari untuk ikut dalam rapat evaluasi. Kami bersama Polri disalahkan dari pusat karena masih ada kebakaran di Riau. Ini bisa kami terima, karena memang faktanya masih ada rakyat yang membakar lahan," terang Lodewyk.

Lantas Lodewyk memarahi Kepala dinas Kehutanan Provinsi Riau. Dia bilang Dinas kehutanan lah yang harus menjadi Leading dalam penanganan kebakaran Hutan dan lahan.

“Dinas Kehutanan Jangan menari-nari di atas penderitaan TNI/Polri. TNI dan Polri hanya membantu, bukan pembantu, bahkan perhatian sama sekali tidak ada untuk TNI/Polri yang dilapangan. Untuk makan saja tidak ada, anggaran kami kecil,” lanjut Lodewyk.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Danrem Riau Brigjen Nurendi, Komandan Lanud Marsma TNI Henri Alfiandi, Kapolda Riau Brigjen Bambang Dolly, perwakilan perusahaan dan dinas terkait Pemprov Riau.

Pantauan Hotspot Jikalahari, Januari – Maret 2016 menunjukan 629 hotspot di Riau: konsesi IUPHHKHT sebanyak 342 hotspot, Konsesi HGU sebanyak 47 hotspot, kawasan konservasi 78 Hotspot dan di kawasan lainnya sebanyak 141 hotspot. “Jelas bahwa Perusahaan menjadi penyumbang Kebakaran hutan dan Lahan terbesar,” kata Woro.

“Jadi jangan biarkan taipan-taipan pemilik Perusahaan HTI-Sawit dan Cukong perusak hutan di Riau menari-nari di atas penderitaan TNI/Polri dan juga penderitaan rakyat Riau,” terang Woro Supartinah, Koordinator Jikalahari.

Reporter Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA