Di Bengkalis Penentuan Pemenang Festival Lampu Colok Menuai Kecaman

Kamis, 14 Juli 2016 - 11:32:18 wib | Dibaca: 5467 kali 
Di Bengkalis Penentuan Pemenang Festival Lampu Colok Menuai Kecaman

GagasanRiau.Com Sungai Pakning- Penentuan Pemenang/Jawara Festival Lampu Colok sempena malam 27 likur menyambut Idul Fitri 1437di Kecamatan Bukit Batu, menuai kecaman dari berbagai kalangan terutama pegiat dan pemerhati kesenian dan budaya.

Pasalnya UPTD Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kecamatan Bukit Batu dinilai sewenang-wenang menetapkan pemenang, tidak berdasarkan keindahan lampu colok yang menjadi peserta festival.

Data yang diperoleh media ini dari tim juri Festival Colok Kecamatan Bukit Batu menetapkan Juara 1 Lampu Colok Desa Sungai Selari, Juara 2 Lampu Colok Pangkalan Jambi, Juara 3 Lampu Colok Desa Sejangat, Juara 4 Lampu Colok Desa Batang Duku, Juara 5 Lampu Colok Pakning Asal, Juara 6 Lampu Colok Gawar - Gawar Kelurahan Sungai Pakning, sedangkan Lampu Colok Desa Dompas yang selama ini menjadi juara bertahan tidak mendapat apa - Apa.

"Kita mengecam keras penilaian yang dilakukan tim juri festival lampu colok yang dikomandoi UPTD Budparpora Kecamatan Bukit Batu, padahal secara kasat mata dapat kita lihat mana Colok yang cantik dan indah, masyarakat awam juga dapat menilai, dan kebanyakan mengatakan Colok Desa Pangkalan Jambi seharusnya Juara karena yang paling cantik, tapi juri menilai lain, dan kita Desa Dompas sejak beberapa tahun yang lalu selalu menjadi juara bertahan malah tidak dapat apa-apa," Ujar Am ketua Lampu Colok Desa Dompas, Rabu (13/7/2016).

Menanggapi hal itu salah seorang Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bukit Batu Ujang Effendi meminta kepada UPTD Budparpora agar lebih profesional ke depan dalam melakukan penilaian lampu colok.

"Lampu colok ini budaya tahunan kita, jadi UPTD Budparpora harus betul-betul profesional dalam melakukan penilaian, jangan berdasarkan kedekatan dan lainnya dalam menetapkan pemenang, karena masyarakat juga menilai, untuk itu jangan lagi sampai timbul kecaman dan gejolak atas hasil penetapan pemenang untuk tahun akan datang, juri harus objektif," ujar Ujang.

Salah seorang Juri Festival lampu colok, M. Waluyo dikonfirmasi bahwa penilaian yang dilakukan pihaknya berdasarkan jumlah kaleng pelita, keamanan dan kebersihan.

"Kita menilai berdasarkan jumlah kaleng lampu colok, keamanan, kerapian dan kebersihan. Penetapan pemenang itu telah kita lakukan musyawarah bersama 3 dewan juri dan kepala UPTD Budparpora," tutur Waluyo.

Sementara Plt Kepala UPTD Budparpora Kecamatan Bukit Batu, Rusli ketika dikonfirmasi media ini, tidak bersedia dikonfirmasi.

"Tidak bisa do, saye blm sehat lagi, lagi pulak saye tidak bisa do klu ado orang minta konfirmasi, maaf ya," demikian SMS dari Rusli Plt Kepala UPTD Budparpora Kecamatan Bukit Batu menjawab wartawan ketika diminta konfirmasi.

Reporter Mirzal Apriliando


Loading...
BERITA LAINNYA