Besok, Ratusan Massa Akan Demo PT Adei Plantation

Selasa, 11 April 2017 - 11:10:16 wib | Dibaca: 3133 kali 
Besok, Ratusan Massa Akan Demo PT Adei Plantation
Aksi massa masyarakat sebelumnya

GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN - Dewan Pimpinan Cabang Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kecamatan Pangkalan Kuras, esok pagi Rabu (12/4/2017) akan mengerahkan ratusan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor PT. Adei Plantation.

Aksi tersebut dilatarbelakangi karena perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pelalawan ini tanpa memperkerjakan masyarakat tempatan.

Hal ini diungkapkan oleh Panglima Bungsu LMB Pangkalan Kuras, Nahar Effendi, kepada GagasanRiau.Com Selasa (11/4/2017). Ia menegaskan bahwa pada hari Rabu (esok) pihaknya akan menurunkan ratusan massa yang memiliki keprihatinan yang sama atas hak putra tempatan akan un tuk di terima sebagai karyawan perusahaan.

"Yang benar saja perusahaan ini, PT. Adei beroperasi di wilayah kami, tapi tenaga kerja di pakai dari luar, sedangkan putra putri di sini kesulitan mencari kerja. Ini yang tidak masuk akal," tegas Nahar.

Masih dikatakan Nahar, Setiap perusahaan yang beroperasi dan mengeruk keuntungan dri perut dan atas bumi negeri amanah Pelalawan, wajib baginya untuk mematuhi aturan yang berlaku di daerah ini, kepentingan anak negeri harus diakomodir.

"Kepentingan masyarakat tempatan itu sesuai aturan Undang-Undang, terkait tenaga kerja, penyaluran CSR, dan hak atas tanah warga jangan sampai diserobot oleh perusahaan,kalau itu dipenuhi, kita akan hidup berdampingan dengan damai,"bebernya.

Namun diingatknya, jika akan pengankangan dilakukan oleh perusahaan, maka LMB akan berada di barisan depan membela kepentingan itu.

"Jadi bagaimaa pebyauran CSR PT. Adei selama ini juga kita pertanyakan. Apa manfaat perusahaan perkenbunan ini hadir disini juga menjadi pertanyaan kita," tandasnya.

Sebelumnya, LMB Pangkalan Kuras juga telah melakukan aksi unjuk rasa di PT. Arara Abadi, (27/3), tuntutannya agar perusahaan segera membangun jalan poros Kecamatan Pangkalan Kuras yang rusak akibat aktifitas truk-truk perusahaan yang hilir mudik setiap waktu.

Jika perusahaan tidak melukan pembangunan jalan poros itu, maka masyarakat tempatab akn segera menutup akses jalan operasional perusahaan.

"Kalau tuntutan ke Arara Abadi kemarin masih kita tunggu tindak lanjutnya, pihak prrusahaam sudah berjanji akan menindaklanjuti tuntutan kita dengan mengkomunikasikan denga Pemkab Pelalawan untuk sharing budget, kita lihatalah dua tiga minggu ni, kalau tak juga ada tindakan nyata, kita kerahkan massa yg lebih besar lagi, kita tutup akses perusahaan," pungkasnya.

Reporter Romel Sirait


Loading...
BERITA LAINNYA