Tahanan Lapas Anak Bobol, 4 Tahanan Kabur Dua Buron

Rabu, 03 Mei 2017 - 15:51:06 wib | Dibaca: 2511 kali 
Tahanan Lapas Anak Bobol, 4 Tahanan Kabur Dua Buron
Ilustrasi (sumber photo waspada online)

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Empat orang tahanan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pekanbaru melarikan diri pada Senin (1/5) malam. Tahanan ini menjebol loteng kamar tahanan nomor lima, setelah itu keluar menuju klinik yang lokasinya tidak berjauhan.

Setelah berhasil menjebol loteng mereka menggunakan kain sarung dari klinik untuk untuk digunakan alat panjat tembok Lembaga Pemasyarakatan (LP), dan kabur.

Ke empat tahanan tersebut, masing-masing berinisial FE, DE, DS, dan H. Kondisi hujan deras pada Senin malam (1/5/2017) ini dimanfaatkan ke empat tahanan melarikan diri dari Lapas.

Namun pelarian mereka diketahui dan langsung melakukan pengejaran, saat itu satu anak berhasil ditangkap.

Informasinya, petugas mendapati FE kebingungan berjalan di tengah hujan deras, dan langsung mengamankannya membawa kembali ke Lapas.

Hal ini dijelaskan berdasarkan keterangan Kepala Divisi Lapas (Kadiv) Lapas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Riau, Muji Raharjo, Rabu (3/5) di ruang kerjanya menerangkan kronologis kejadian.

"Senin malam saya dapat kabar anak didik kita lari. Modusnya dia buka plafon sel, empat orang. Manjat ke poliklinik, dan lari," ungkapnya.

Selasa (2/5) pagi, giliran DE yang kembali ke Lapas. Ia dikembalikan oleh pihak keluarga. Saat ini tinggal dua orang penghuni sel LPBKA lainnya yang belum berhasil diamankan, atau menyerahkan diri.

Saat ini pihak Kanwil Kumham Riau masih melakukan penyelidikan terkait larinya keempat tahanan anak tersebut. Status keempatnya juga belum terpidana, melainkan tahanan titipan Kejaksaan.

"Memang semua itu murni karena memang ada pengrusakan, tidak ada unsur kesengajaan petugas. Yang jelas tim wilayah saat ini LBKA. Kita bentuk tim pemeriksaan pegawai jaga dan lainnya," paparnya.

Petugas masih menginterogasi kedua tahanan yang telah kembali. Kondisi kamar tahanan sendiri menurut Muji tidak maksimal, plafon kamar tahanan masih belum berbentuk beton.

Plafon yang masih terbuat dari triplek dan kayu mempermudah mereka melarikan diri. Kanwilkumham Riau akan menginvestigasi seluruh persoalan yang ada.

"Lapas anak namanya ya minimum security (pengamanan minimal) , tidak bernuansa mencekam, jadi minim security," sebutnya.

Selain itu diterangkannya ke empat tahanan yang melarikan diri tersebut juga tidak memiliki catatan negatif selama menjalani penitipan tahanan. Keempatnya berkategori baik. Kendati demikian, petugas akan mencari tahu penyebab dan ide siapa untuk melarikan diri yang mereka lakukan.

Kanwil Kumham Riau mencatat keempat tahanan anak ini memiliki perkara beragam. Satu di antaranya memiliki perkara dugaan percobaan pembunuhan.

"Itu ada penjambretan, asusila, dan percobaan pembunuhan," tandasnya.

Untuk itu Muji menghimbau keluarga tahanan untuk mengantarkan kembali anak mereka jika diketahui keberadaannya, atau pun jika mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.

Dan, dua tahanan yang telah kembali, mereka ditempatkan di kamar terpisah. Sanksi terhadapnya juga akan dilakukan, tetapi bukan sanksi fisik, melainkan sanksi administrasi.

"sanksi tetap berikan, nanti apa bentuknya, mungkin remisi kita cabut, tapi tidak ada sanksi fisik (hanya) sanksi administrasi," paparnya.

Untuk diketahui, kondisi LPKA Pekanbaru saat ini masih bergabung dengan Lapas Perempuan. Jumlah total penghuni LPKA mencapai 70 an orang, jauh dari kapasitas maksimal yang berkisar 100 an anak.

Editor Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA