Riau Masih Tak Nyaman, Terdekteksi 334 Titik Api Masih Menyala, 205 Diyakini Karhutla

Rabu, 18 September 2019 - 09:49:32 wib | Dibaca: 1734 kali 
Riau Masih Tak Nyaman, Terdekteksi 334 Titik Api Masih Menyala, 205 Diyakini Karhutla

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Rabu pagi (18/9/2019) mendata bahwa titik api masih terus menyala di Bumi Lancang Kuning. Masyarakat diperingatkan untuk waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.
 
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki, dalam rilis persnya menyebutkan dari 334 titik api tersebut tersebar di masing-masing daerah yakni, Bengkalis 10, Kampar 18, Dumai 14, Kuansing 3, Pelalawan 93, Rohil 97, Rohul 1, Inhil 46, Inhu 52 titik.
 
Dan lanjut dia, dari total keseluruhan data tersebut, diyakini 205 titik api dengan tingkat kepercayaan 70 persen tersebar masing di Bengkalis  6 titik, Kampar 6, Dumai 10, Kuansing 1, Pelalawan 61, Rohil 58, Inhu 36, serta Kabupaten Inhil 27. 
 
Dia juga menyebutkan bahwa cuaca pada Rabu pagi Pagi cerah berawan. Dan berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara  akibat partikel kering seperti asap dan haze.
 
Kondisi jarak pandang tersebut hingga pada siang hari terus menurun diakibatkan oleh kekaburan udara  akibat partikel kering seperti asap dan haze. 
 
Dan menurutnya lagi, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, tidak merata dan bersifat lokal, disebagian wilayah Kabupaten Rohul, Rohil, Siak, dan sebagian Kabupaten Bengkalis.
 
 
Begitu juga hingga pada sore hari, jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara  akibat partikel kering seperti asap dan haze.
 
Peluang hujan dengan intensitas Ringan hingga sedang, tidak merata dan bersifat lokal, disebagian wilayah Kab. Rohul, Rohil, Siak, Pelalawan, Kampar, Kota Dumai, Kota Pekanbaru dan sebagian Kab.Bengkalis.
 
 _*Dini hari:*_ Cerah Berawan. Berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara  akibat partikel kering seperti asap dan haze. . Peluang hujan dengan intensitas Ringan hingga sedang, tidak merata dan bersifat lokal, disebagian wilayah Kab. Rohil.
 
 
"Waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan." pesannya.

Loading...
BERITA LAINNYA