Longsor di Rohul, Rumah Korban Terseret Sejauh 150 Meter

Jumat, 06 Desember 2019 - 18:47:07 wib | Dibaca: 1362 kali 
Longsor di Rohul, Rumah Korban Terseret Sejauh 150 Meter
Tim gabungan saat berjibaku pencarian korban longsor

GAGASANRIAU.COM, ROHUL - Polda Riau merespon cepat menangani bencana longsor di Rohul. Direktur Sabhara Kombes Pol Drs Zulkifli memberikan AAP kepada Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau yang diterjunkan ke lokasi bencana longsor dengan membawa perlengkapan kendaraan Rantis SAR dan 2 unit K9, Kamis (6/12). 
 
Tiba dilokasi, Team yang langsung bekerja menemukan fakta yang cukup mengejutkan dilokasi kejadian longsor di perbukitan di Desa Koto Ruang Kec. Rokan IV Koto Kab. Rokan Hulu. 
 
Sebagaimana di jelaskan oleh Ipda Khairi, Komandan Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau yang diturunkan ke lokasi musibah tanah longsor mengatakan, teamnya menemukan fakta yang sangat mengejutkan di lokasi kejadian.
 
“Kami menemukan rumah dan perabotan rumah korban terseret sejauh 150 meter dari lokasi awal” ujar nya disela sela kesibukan team Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau terjun ke lokasi terjadinya longsor.
 
Dari lokasi musibah longsor, Ipda Khairi menjelaskan kepada kontributor tribratanewsriau bahwa lokasi kejadian cukup berat medannya.  Kejadian ini bermula pada senin pagi (02/12/2019) dua orang korban yang bernama Elipati Zebua dan anaknya Tabezhisoki Zebua berangkat ke kebunnya di Desa Rokan Koto Ruang kecamatan Rokan IV Koto bersama dua saudara Tabezhisoki Zebua  yang lain yakni Feri Zebua dan Febrian Zebua. 
 
Pukul 09.00 Wib Tabezhisoki menelepon istrinya yang berada di rumah Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo mengatakan bahwa mereka sudah sampai dirumah ladang. 
 
Menjelang sore, ujar Ipda Khairi, Feri Zebua dan Febrian Zebua pulang menuju Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah samo membawa hasil jerat seekor babi hutan. 
 
Tinggalah di rumah kebun itu dua orang korban bernama Elipati Zebua dan Tabezhisoki Zebua. 
 
Pada selasa malam Rabu sekira pukul sembilan malam Isteri dari Tabezhisoki menelepon suaminya. “Telponnya masuk tapi tidak diangkat” ujar Khairi. 
 
Hari selasa pagi isterinya mencoba menghubungi kembali. Juga sama sama masuk tapi tidak diangkat. 
 
Rabu pagi 04 Desember 2019 dicoba hubungi kembali namun tidak masuk sama sekali. Mereka yang dirumah mulai gelisah. Karena itu saudaranya bernama Febrian langsung menuju kebun yang berada di Rokan. Disinilah dia kaget karena ternyata rumah mereka dikebun sudah rata dengan tanah. 
 
“Kami perkirakan rumah korban yang memang terletak di bawah lembah dengan kedalaman sekitar 150 meter sudah terseret oleh longsoran tanah, air bah dan juga kayu kayu yang ikut dihanyutkan sejauh sekitar seratus lima puluh meter Dari lokasi semula” ujar Khairi. Dilokasi kejadian Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau menemukan perangkat rumah seperti piring dan perabotan yang sudah terseret dan berantakan dilokasi kejadian.
 
“Kita mengerahkan dua ekor anjing pelacak kita untuk mencari kedua korban” ujar Khairi. Hingga saat ini Team K9 (Anjing Pelacak) dan Team Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau masih berada dilokasi untuk mencoba mencari keberadaan dua korban yang masih hilang.
 
Tim gabungan mangaku kesulitan mencari korban, untuk sampai ke jalan poros, petugas harus menempuh akses jalan yang terjal dengan mendaki dan menuruni bukit. Namun pencarian membuahkan hasil, korban bernama Elipati Zebua (55) dan anaknya, Tabhezhisoki Zebua (25) sudah meninggal dunia di bawah tumpukan kayu besar, kedalaman sekira kurang lebih dua meter dari atas permukaan tumpukan kayu dan tanah.
 
 
Loading...
BERITA LAINNYA