7 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19 di Riau

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:28:27 wib | Dibaca: 4597 kali 
7 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19 di Riau
Ilustrasi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sejumlah kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Riau masuk dalam tahap penyelidikan.
 
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan perkara dugaan penyelewengan ditangani Ditreskrimsus Polda Riau.
 
Sunarto mengungkapkan, aecara umum modus penyimpangan adanya pemotongan BLT/Bansos dikarenakan adanya masyarakat yang belum masuk daftar penerima. 
 
Saat ini sudah ada pengajuan terhadap masyarakat yang belum masuk daftar untuk kemudian diverifikasi oleh pihak pemerintah daerah.
 
Berikut daftar 7 kasus dugaan penyelewengan dana bansos dari beberapa Kabupaten. Yang ditangani penyidik Polda Riau, BLT Dana Desa (DD) Darul Aman Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
 
Dimana bantuan yang seharusnya dibagikan kepada 125 KK oleh perangkat desa dibagikan kepada 250 KK. Saat ini uang BLT sudah ditarik kembali dan disalurkan kepada yang terdaftar, sedang yang belum terdaftar sudah dilaksanakan tahap verifikasi oleh Pemkab Bengkalis.
 
Selanjutnya BLT Dana Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, ada 19 KK bantuannya dipotong oleh ketua RT dan dibagikan kepada masyarakat yang belum terdata sebagai penerima BLT.
 
Saat ini sudah ditindaklanjuti melalui Inspektorat Kampar dengan menarik kembali BLT dan diserahkan kepada yang sudah terdaftar serta mengajukan daftar nama masy yang belum termasuk daftar penerima (tahap verifikasi).
 
Berikut kasus yang ditangani Penyidik Polres Rohul.
 
BLT dana Desa Sangkur Indah Kecamatan Pagaran Tapah, dimana yang seharusnya mendapatkan BLT sebanyak 145 KK, namun dibagikan kepada 213 KK. Saat ini sedang koordinasi dengan inspektorat Rohul
 
Selanjutnya kasus yang ditangani penyidik  Polres Rohil. BLT Dana Desa Sungai Majo Pusako, Kecamatan Kubu Babussalam, dimana kades memotong Bana bansos Rp. 300.000,- (seharusnya Rp. 600.000,-) dan dibagikan kepada masyarakat yang tidak terdata.
 
Saat ini uang tersebut telah dikembalikan kepada masyarakat yang tercantum sebagai penerima, dan yang belum terdata sebagai penerima sudah diusulkan.
 
BLT Dana Desa Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau, dimana terjadi komplain tentang adanya masyarakat yang belum menerima BLT, dan faktanya masyarakat tersebut tidak termasuk dalam daftar sebagai penerima bantuan.
 
Saat ini sudah diusulkan nama-nama dimaksud dan dalam tahap verifikasi oleh pihak Pemkab Rohil.
 
BLT Dana Desa Bahan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko, dimana adanya penyaluran BLT yang tidak tepat sasaran (istri PNS menerima BLT), saat ini dana tersebut sudah ditarik kembali melalui inspektorat Kab. Rohil dan diperuntukan utk yang berhak.
 
Terakhir kasus yang ditangani Penyidik Polres Kuansing. BLT Dana Desa Kampung Baru, Kecamatan Gunung Toar, dimana kades meminta uang kepada sebagian penerima BLT setelah bantuan disalurkan, saat ini masih proses penyelidikan
 
Terakhir Sunarto mengatakan ada enam kasus sudah ditangani bekerjasama dengan APIP (Inspektorat Kabupaten), sedangkan 1 kasus (Polres Kuansing) masih dalam proses penyelidikan.
Loading...
BERITA LAINNYA