SIKAMBA Bakal Kunci Potensi Kecurangan Paslon Lawan

Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:28:01 wib | Dibaca: 1734 kali 
SIKAMBA Bakal Kunci Potensi Kecurangan Paslon Lawan

GAGASANRIAU.COM, MEDAN - Sinergi Kaum Muda Medan Menangkan Bobby-Aulia (SIKAMBA) mengaku tengah melakukan konsolidasi serta pendataan pemilih dari tiap-tiap kecamatan di Kota Medan. 
 
Hal tersebut disampaikan oleh Dolly Nadek, selaku Koordinator Umum SIKAMBA saat sarapan pagi di salah satu warung jalan Sisingamangaraja, Kamis (29/10/2020). 
 
Menurutnya, konsolidasi dan pendataan yang mereka lakukan di 7 kecamatan teritorial pertama, menampakkan bahwa masyarakat di bawah tidak termakan dengan isu murahan, yang mengonotasikan pasangan Bobby-Aulia dengan politikus baru yang tidak mengerti persoalan pokok kota ini.
 
“Alam demokrasi mempersilahkan siapa saja yang mencukupkan dukungannya secara aturan kepemiluan, Pilkada, dan model-model pemilihan lainnya, untuk dapat dipilih oleh rakyat. Apakah dia anak presiden, mantu, saudara, anak pejabat, pengusaha, buruh biasa, pedagang, pemuka agama, dan lain-lain. Alam demokrasi pula, dengan berbagai macam kelemahannya menyediakan lobang-lobang kecil, sehingga kecurangan dapat dilakukan oleh siapa pun,” terangnya.
 
Berdasarkan pemikiran demikianlah SIKAMBA membangun sebuah sistem untuk menekan potensi adanya pemanfaatan lobang-lobang kecurangan pada Pilkada kali ini. 
 
“Dalam pandangan kami, pasangan calon lawan dari Bobby-Aulia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan lobang-lobang kebocoran pengawasan dimaksud. Pesaing Bobby-Aulia saat ini sudah pernah menjadi Plt Walikota Medan selama kurang lebih 1 tahun. Coba Saudara banyangkan, seorang plt mampu mengonsolidasikan kekuatan sebanyak-banyaknya. Begitu juga pasangannya yang notabene seorang legislator dan penceramah. Kami sadari, calon wakilnya, dapat memanfaatkan mimbar-mimbar agama untuk merepair pendapat orang setiap waktu terhadap dirinya. Makanya, dominasi konten agama lebih banyak jika saudara mengunjungi fanpage pasangannya,” terang Dolly.
 
Diakuinya, dirinya tidak berkeberatan dengan pengisian mimbar-mimbar agama oleh seseorang yang hendak menjadi pemimpin di suatu wilayah. “Begitulah demokrasi, bung. Tapi yang harus diingat, mereka yang menjadikan mimbar agama sebagai alat utama pesan politik pemerintahannya, saat Pilkada ini, tidak boleh offside, sehingga menjadi pelanggaran yang dapat dijatuhi hukuman, hingga diskualifikasi. Sama seperti peraturan Sepakbola. Perilaku offside adalah insting mengejar koleksi gol atau asis yang sangat baik. Namun, tetap dianggap pelanggaran, karena demikianlah peraturannya,” tambahnya lagi.
 
Dolly memberikan informasi kepada media, organiser SIKAMBA sudah bergerak ke kecamatan-kecamatan dengan prioritas 7 kecamatan awal, kemudian akan menyusul 7 kecamatan lagi, dan diakhir masa 7 kecamatan lagi. 
 
“Kami sudah meletakkan, mendata, dan mengonsolidasikan rakyat di bawah, yang setia terhadap perjuangan demokrasi ini untuk mengawasi kecurangan yang dilakukan oleh tim lawan. Teknologi kami tepat guna. Kami memiliki aplikasi yang terpercaya, ada beberapa panel laporan yang langsung uptodate ke sentra informasi, dan yang lebih membanggakan kami lagi, grouping ini, SIKAMBA, sama sekali tidak bergantung kepada Bobby-Aulia sebagai paslon, atau pun Tim Pemenangan. 
 
“Untuk saat ini, sekali pun kami tidak pernah bersua dengan Bobby-Aulia atau bahkan tim pemenangannya, kami tetap bekerja dengan resources yang kami punya. Kami yakin, kesadaran demokratik kami mampu membantu Bobby-Aulia, walau tidak dominan, dan menekan pemanfaatan potensi kecurangan yang dilakukan oleh tim lawan,” tandasnya.

Loading...
BERITA LAINNYA