Mantan Veteran Perang Korea Desak PBB Aktif Turun Tangan Atasi Krisis Myanmar

Ahad, 21 Maret 2021 - 13:51:30 wib | Dibaca: 2034 kali 
Mantan Veteran Perang Korea Desak PBB Aktif Turun Tangan Atasi Krisis Myanmar
Para pengunjuk rasa mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 8 Februari 2021 (Foto tribunnews.com).

GAGASANRIAU.COM, JAKARTA - Man Hee Lee, Ketua Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) dan juga Veteran Perang Korea mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas situasi di Myanmar dan telah menimbulkan korban jiwa serta menjadi ancaman berat bagi hak asasi manusia.

"Tindakan militer Myanmar baru-baru ini untuk menekan aksi unjuk rasa masyarakat tanpa kekerasan telah menyebabkan puluhan korban tewas dan ratusan korba luka. Jumlahnya masih terus meningkat " kata Man kepada Gagasan, Minggu 21 Maret 2021 dalam keterangan persnya.

Dikatakan Man, nyawa manusia tidak boleh diremehkan dalam keadaan apapun. Tidak ada konflik kepentingan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap warga sipil, dan tidak ada kepentingan kelompok mana pun yang dapat lebih diutamakan daripada nyawa manusia.

Penggunaan kekerasan untuk menekan protes damai dan membungkam suara untuk perubahan yang dilakukan militer setempat, kata Man, bertentangan dengan keinginan rakyat Myanmar.

Negara, lanjut Man, harus menunjukkan sikap menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi rakyat.

Selain itu, para pihak yang bersangkutan dan para pengunjuk rasa harus menyatakan penyesalan atas kejadian terkini kepada semua bangsa serta berkomitmen untuk berpartisipasi dalam dialog untuk solusi damai.

"Kami yakin masyarakat internasional akan mendukung upaya ini sehingga akan berkontribusi pada kestabilan dan perdamaian di Asia Tenggara dan seluruh dunia " harap Man.

HWPL kata Man, bersama dengan para anggotanya di seluruh dunia sangat prihatin tentang kerugian yang ditimbulkan terhadap warga sipil akibat meningkatnya kekerasan di Myanmar.

"Perhatian internasional difokuskan pada Myanmar, dan sejarah akan mengingat momen-momen ini. Situasi tersebut harus diselesaikan dengan cara yang adil dan damai juga demi generasi yang sedang tumbuh, yang akan belajar dari krisis ini untuk membangun masa depan mereka. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari penindasan atau pemaksaan dan sebaliknya menyelesaikan krisis melalui dialog dan konsensus berdasarkan rasa saling menghormati dan memahami " papar dia.

Dan HWPL tambah Man, menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan aktif sehingga hak asasi manusia dan keselamatan rakyat Myanmar dapat dilindungi.

"Kami, HWPL memohon para anggota keluarga perdamaian di seluruh dunia untuk mengeluarkan pernyataan yang mendesak pihak berwenang dan warga sipil di Myanmar untuk melanjutkan dialog dan mencari solusi damai untuk memulihkan perdamaian di negara itu " kata dia.

"HWPL dan semua anggota kami di seluruh dunia dalam satu suara mengungkapkan harapan bahwa krisis yang sedang berlangsung di Myanmar akan diselesaikan secara damai melalui dialog, bukan kekerasan. Dan kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk bergabung dengan kami " tutup Man.


Loading...
BERITA LAINNYA