Ketua DPRD Pekanbaru Minta Semburan Gas Lumpur di Tenayan Segera Diatasi

Ahad, 07 Februari 2021 - 14:55:07 wib | Dibaca: 687 kali 
Ketua DPRD Pekanbaru Minta Semburan Gas Lumpur di Tenayan Segera Diatasi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kejadian semburan gas bercampur lumpur yang terjadi di Pondok Pesantren Al Ihsan Kecamatan Tenayan Raya mendapat perhatian khusus dari Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani.

Menurutnya, semburan ini harus ditangani secara serius dan tidak boleh dianggap remeh meskipun ada beberapa kalangan yang menilai kejadian ini hal yang biasa. Hamdani berjanji akan berupaya untuk bergerak mengatasi persoalan semburan gas dan lumpur tersebut melalui lembaga terkait.

"Kita akan membahasnya dengan dinas terkait, termasuk juga bersama beberapa perusahaan yang ahli di bidang penanganan ini dalam rapat dewan. Dalam situasi seperti ini semua harus duduk satu meja mencarikan solusi," sebutnya usai melakukan kunjungan langsung ke lokasi semburan bersama para Anggota DPRD dari PKS dan pengurus, Sabtu (6/2/2021).

Hamdani juga mengimbau kepada warga sekitar untuk tidak mendekat ke area sekitar semburan lumpur tersebut. "Saya minta masyarakat untuk memperhatikan garis-garis yang sudah di-police line, dan untuk pemerintah untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang semburan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya juga Wakil Ketua DPRD Pekanbaru dari Fraksi Partai Demokrat menyampaikan kekhawatirannya terkait kejadian tersebut. 

Kita takutnya ini seperti Lapindo. Mudah-mudahan nggak mudah-mudahan," kata Azwendi saat diwawancara wartawan di sela-sela kunjungan tersebut.

Dia minta jajaran Pemerintah Kota dan Provinsi termasuk pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bisa segera mencari solusi. Agar permasalahan dapat segera ditangani dan dilakukan antisipasi lebih cepat hal ini untuk mengatas jika kemungkinan terburuk terjadi.

"Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat dampak yang ditimbulkan sangat luas, bukan hanya berbahaya bagi masyarakat sekitar tetapi juga dapat berdampak pada lingkungan," sebutnya.

Politisi Demokrat ini juga menyatakan jika area itu dinilai berbahaya, semestinya segera melakukan pengamanan optimal agar area tersebut steril, sebab di kawasan itu diduga banyak mengandung gas.

Selain itu juga ia menyarankan agar warga untuk tidak sekitar untuk lebih berhati-hati dan dilakukan penyekatan daerah berbahaya tersebut supaya jika ada ledakan gas atau kandungan gas berbahaya dapat diantisipasi lebih dini.

Sebagaimana diketahui, semburan gas ini awalnya terjadi pada Kamis (4/2) sekitar pukul 13.30 wib. Selang sehari, bukan hanya gas, muntahan lumpur juga keluar dari titik yang awalnya akan dijadikan sumur bor Pesantren Al-Ihsan.

"Memang lokasi semburan gas tengah dilakukan penggalian sumur bor. Semburan berada di samping ruangan kelas santri," jelas Kepala Pesantren Al-Ihsan Untung Wahyudi saat itu.


Loading...
BERITA LAINNYA