Peristiwa Mematikan G30S PKI, Mahasiswa STAI Doakan Para Pahlawan

Kamis, 30 September 2021 - 13:45:12 wib | Dibaca: 765 kali 
Peristiwa Mematikan G30S PKI, Mahasiswa STAI Doakan Para Pahlawan
Monumen Pahlawan Revolusi, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sejarah pemberontak dan pembantaian oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu catatan sejarah kelam.

Peristiwa mematikan ini terjadi pada tahun 1965, sebanyak 7 perwira TNI Angkatan Darat (AD) tewas dibunuh dengan keji oleh para komunis PKI.

Pembantaian ini disebut gerakan 30 September (G30S), menculik para perwira yang saat ini dianugerahi gelar pahlawan revolusi dan pahlawan nasional RI.

Untuk mengingat jasa para pahlawan revolusi tersebut, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diniyah Pekanbaru, Mahera Fuady mengajak masyarakat tuk mendoakan para almarhum.

"Untuk para pahlawan yang telah gugur semoga amal ibadah nya di terima oleh yang maha kuasa," ucap Mahera, Kamis (30/9).

Perwira tinggi TNI AD yang menjadi korban pembantaian, Menteri Panglima Angkatan Darat Letnan Jendral Ahmad Yani, Asisten I Menpangad Mayor Jenderal S Parman. Deputi II Menpangad R Soeprapto, Deputi III Menpangad Mayor Jenderal MT Harjono.

Deputi IV Menpangad Brigardir Jenderal D Isac Panjaitan, Oditur Jenderal/Inspektur Kehakiman AD Brigardir Jenderal Soetojo Siswomihardjo, Ajudan Menko Hankam Letnan Satu Pierre Andreas Tendean.

Mereka adalah pahlawan yang rela mati demi kemerdekaan Indonesia dari pemberontak para komunis. Tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.

Meski telah lama berlalu, tragedi tersebut selalu diingat oleh masyarakat. Guna memperingati peristiwa ini, bisa memutar ulang film G30S/PKI atau mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur.

Selain itu, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah ini menambahkan perlu adanya kesadaran akan berbangsa dan menjaga nama baik bangsa.

"Harus punya rasa menjunjung tinggi pengorbanan, karena mereka rela berkorban demi kemerdekaan," tutupnya.


Loading...
BERITA LAINNYA