Mahasiswi UMRI Lakukan Penelitian Perhitungan HPP Perusahaan Mie Tenaga Muda

Senin, 01 Agustus 2022 - 15:09:18 wib | Dibaca: 814 kali 
Mahasiswi UMRI Lakukan Penelitian Perhitungan HPP Perusahaan Mie Tenaga Muda
Mahasiswi UMRI

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Akuntansi melakukan penelitian ke perusahaan mie tenaga muda yang bergerak di bidang pengolahan mie basah, Senin (25/7/2022).

Arini kepala bagian administrasi menyebutkan hingga saat ini perusahaan mie tenaga muda menghasilkan lima jenis olahan produk, yaitu mie kuning, mie ayam, dan mie kriting yang merupakan produk bersama serta kulit pangsit yang menjadi produk sampingan. 

"Dalam satu hari Perusahaan Mie Tenaga Muda memproduksi kurang lebih 2.100 kg Mie Kuning, 875 Kg Mie ayam, 700 Kg Mie kriting dan 160 kg kulit pangsit," sebut Arini.

Pada penerapan metode alokasi biaya salah satu yang dibutuhkan kata Arini adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.

Lebih lanjut Arini memaparkan untuk dapat meningkatkan kualitas produk, suatu industri dituntut dapat menyesuaikan keinginan pelanggan. 

"Kualitas produk saja akan tetapi pelaku UMKM harus memiliki inovasi yang baik dalam pengolahan bahan baku agar menjadi produk bersama sehingga pendapatan yang diperoleh akan semakin meningkat," paparnya.

Arini mengatakan mie yang paling banyak diminati adalah mie kuning dan mie ayam. Dalam sebulan perusahaan mie tenaga muda memproduksi sebanyak 110.250kg mie dan 4.800kg kulit pangsit dengan total pendapatan bersih keseluruhan kurang lebih Rp 200 juta.

"Dalam penjualannya, mie kuning dijual dengan harga Rp 11.000/kg mie ayam Rp 13.000/kg mie kriting Rp 15.000/kg dan kulit pangsit Rp 22.000/kg," katanya.

Arini juga menerangkan terkait biaya tenaga kerja pada perusahaan mie tenaga muda setiap bulannya berkisar kurang lebih Rp 120 juta. dann biaya listrik untuk pabrik kurang lebih Rp 7 juta perbulan. 

“Bahan baku yang digunakan yaitu tepung terigu, tepung kanji, telur, garam. Tepung terigu berada di urutan pertama karena merupakan bahan utama dalam proses pembuatan mie. Sementara yang berada di urutan terakhir adalah garam yang berfungsi sebagai bahan tambahan bahan baku tersebut menghabiskan total Rp 26 juta perhari ujar arini selaku kepala administrasi," terangnya.

Arini mengatakan dalam mengelola pabrik sendiri terdapat beberapa hambatan-hambatan seperti persaingan harga dan tantangan untuk mempertahankan langganan.

"Dalam mengelola mie terdapat pengalokasian biaya bersama dimasing-masing jenis mie serta kulit pangsit. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja berasal dari perhitungan data yang telah dikelola termasuk biaya overheadnya," kata Arini

Maharani Putri Mialdy menyebut perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual mie pada Perusahaan Mie Tenaga Muda masih sangat sederhana dan belum terperinci dalam pengelompokan biaya-biayanya.

"Saya dan anggota kelompok berharap kedepannya Perusahaan mie tenaga muda dapat menerapkan alokasi biaya bersama dengan lebih terperinci sehingga omset yang dihasilkan akan semakin maksimal," kata Mahasiswi Umri Ini.

Lebih lanjut Rani berujar penelitian pada perusahaan mie ini bertujuan untuk mengetahui alokasi biaya bersama dalam menentukan harga pokok produksi pada produk bersama dan produk sampingan. 

"UMKM (usaha mikro kecil menengah) menjadi salah satu usaha yang saat ini semakin banyak berkembang. Agar tetap dapat bersaing dengan industri lainnya, para pengusaha UMKM harus dapat menghasilkan produk yang berkualitas agar memperoleh laba yang maksimal," Ujar Rani.


Loading...
BERITA LAINNYA