Jika Ikbal Sayuti Jadi Bupati Inhil

Ahad, 07 Agustus 2022 - 18:03:02 wib | Dibaca: 1611 kali 
Jika Ikbal Sayuti Jadi Bupati Inhil
H Iqbal Sayuti (tengah) didampingi Wakil Ketua DPRD Inhil Andi Rusli (kanan) saat bersilaturahmi dan berdiskusi bersama wartawan Inhil disalahsatu cafe di Jalan Soebrantas Tembilahan, Jumat malam (5/8/2022). (Dok.Dodi)

Seorang pengusaha sukses asal Indragiri Hilir, Provinsi Riau, H Ikbal Sayuti menjadi buah bibir masyarakat atas mencuat namanya akan ikut bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

H Iqbal Sayuti merupakan putra kelahiran Pulau Kijang itu sukses bergelut di dunia bisnis di bidang agen travel umroh di Jakarta Pusat. Kini Iqbal ingin kembali ke tanah kelahirannya mengabdikan diri untuk masyarakat.

H Iqbal Sayuti yang disingkat HATI itu didukung penuh oleh tokoh Inhil, Agus Salim, sekaligus merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau, serta didukung pengurus PPP Kabupaten.

Lantas apa yang akan dilakukan Iqbal jika terpilih menjadi orang nomor 1 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.?

Iqbal sebagai putra Indragiri Hilir mengaku akan berbuat dan kontribusi demi kemajuan tanah kelahirannya jika diberi kepercayaan oleh masyarakat melalui pemilihan umum 2024 nanti.

Hal tersebut disampaikan Iqbal saat menggelar silahturahmi dan berdiskusi bersama Jurnalis Inhil, yang dihadiri FKWI,  PWI, AJI, IWO, JMSI, serta IJTI disalahsatu warung kopi di Jalan Soebrantas Tembilahan.

Baca Juga: Pengusaha Sukses, Iqbal Optimis Maju di Pilkada Inhil 2024

Dalam diskusi tersebut, Iqbal membicarakan mengenai perbaikan perekonomian masyarakat Indragiri Hilir, baik disektor pertanian, perikanan, perbaikan ekonomi kerakyatan melalui pembinaan UMKM, serta strategi pembangunan infrastruktur.

Iqbal menjawab pertanyaan wartawan, mengenai nasib ekonomi para petani Indragiri Hilir disektor pertanian, yakni harga jual komoditas kelapa rakyat, kalap sawit, serta buah pinang yang tidak stabil membuat para petani kian menjerit.

"Harga jual komoditas pertanian petani saat ini dikuasi oleh perusahaan besar serta dalam cengkeraman kapitalisme," kata Iqbal.

Harga jual kelapa saat ini tergantung dari perusahaan. Jika bahan baku melimpah, harga jual akan menurun dikarenakan perusahaan tidak mampu menampung seluruh hasil pertanian masyarakat. Ditambah lagi perusahaan juga memiliki lahan sendiri.

Maka dari itu, kata Iqbal, pemerintah harus mencarikan solusi yang inovatif agar harga jual pertanian masyarakat bisa stabil, yakni melalui pembangunan pabrik pengolahan bahan baku yang siap ekspor yang dapat meningkatkan harga jual kelapa rakyat itu sendiri.

"Memanfaatkan bahan baku menjadi produk siap ekspor, tinggal lagi mencarikan marketnya," paparnya.

Dikatakan Iqbal, saat ini masyarakat jangan mimpi harga jual kelapa bisa stabil terus jika masyarakat masih menjual kelapa mentah kepada perusahaan dan para kapitalis. Artinya pemerintah harus membangun pabrik dengan melibatkan BUMDes.

"Mungkinkah di Inhil mempunyai pabrik sendiri untuk memproduksi bahan jadi. Kenapa tidak, kita punya BUMDes yang bisa diperdayakan untuk mengelola bahan baku kelapa," sebutnya.

Pemerintah harus solutif dalam meningkatkan produk buah kelapa rakyat dengan cara pengolahan buah kelapa dan turunannya yang memiliki nilai jual lebih tinggi, baik diolah menjadi kopra putih, kara, briket, serta produk lainnya yang bisa diekspor keluar negeri.

"Tingkatkan dulu nilainya, jangan menjual kelapa mentah. Maka dari itu perlunya kreatifitas yang inovatif selain dari perbaikan perkebunan petani," tegasnya.

Mengenai sumber daya alam disektor perikanan, Iqbal mengatakan saat ini belum ada produk olahan yang bisa diekspor keluar negeri dalam upaya perbaikan ekonomi para nelayan. Sedangkan hasil laut kita berlimpah, namun ekonomi para nelayan masih dibawah standar.

"Hasil laut kita berlimpah, berapa banyak para nelayan di Inhil Utara yang hidup dari hasil laut, namun saat ini belum ada produk yang bisa meningkatkan ekonomi mereka," kata Iqbal menjawab pertanyaan wartawan.

Maka dari itu, kata Iqbal, perlunya solusi agar hasil laut para nelayan bisa dimanfaatkan menjadi bahan jadi yang siap ekspor keluar negeri dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi para nelayan. Bukan hanya itu, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan.

Selanjutnya Iqbal berbicara mengenai perbaikan perkebunan masyarakat yang saat ini rusak parah akibat terkena abrasi. Maka perlunya pembangunan tanggul agar kebun masyarakat bisa diatasi dari naiknya air laut yang merusak kebun masyarakat.

Namun kata Iqbal, peningkatan ekonomi para petani jauh lebih penting agar perputaran ekonomi stabil dan para petani mampu memperbaiki lahan mereka atau melakukan penanam kembali agar mereka bisa bernafas.

"Kunci dalam mengatasi perekonomian ialah siklus ekonomi berjalan lancar. Jual beli di pasar ramai karena masyarakat mendapat hasil dari pertaniannya," terangnya.

Selanjutnya mengenai pembangunan, Iqbal mengakui saat ini pemerintah kesulitan dalam merealisasikan pembangunan, apalagi wilayah Indragiri Hilir cukup luas, tidak mampu memenuhinya kehendak masyarakat.

Namum kata Iqbal, pemerintah harus gesit dalam melakukan diplomasi dan pendekatan politik kepada pemerintah pusat dalam menjemput anggaran untuk merealisasikan pembangunan yang notabene kapasitas nasional.

"Perlunya sinergitas semua pemangku kepentingan dalam menjemput anggaran. Karena yang datang kesana itu semua kepala daerah, tentu harus melakukan pendekatan yang maksimal," jelasnya.

Bukan hanya menjemput anggaran pusat, pemerintah juga harus memanfaatkan dana CSR dengan sebaik-baiknya kearah pembangunan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Perusahaan yang beroperasi di Indragiri Hilir wajib menyalurkan haknya sesuai UU.

"Kita akan tekan perusahaan menyalurkan kewajiban sesuai aturan. Kalau perlu kita buat pemetaan pembebanan realisasi pembangunan kepada perusahaan menggunakan CSR," tegasnya.

Terkahir Iqbal menjawab pertanyaan wartawan mengenai tidak optimalnya Pendapat Asli Daerah (PAD) yang saat ini dinilai banyak yang bocor dan tidak menghasilkan untuk mendongkrak anggaran daerah. Seperti persoalan perparkiran di wilayah kota Tembilahan.

"Mengenai parkir, tentu perlu solusi juga dalam mengatasinya. Tidak ada yang tidak bisa, artinya para tukang parkir kita sejahterakan dulu sebelum pengelolaan lahan parkir itu diambil alih oleh pemerintah dan buatkan aturan sesuai Perda," sambungnya.

Diakhir diskusi Iqbal menyampaikan siapapun yang terpilih jadi Bupati Inhil 2024 mendatang, harus membawa Inhil ke arah yang lebih baik. Perlunya pemimpin yang kreatif dan inovatif dalam mencarikan solusi permasalah yang dihadapi masyarakat agar masyarakat terlindungi oleh pemerintah.

Penulis: DaudMNur


Loading...
BERITA LAINNYA