Riau

Lima Titik Api di Tempuling, Dandim 0314/Inhil Kerahkan 45 Personil

Personil TNI saat padamkan api di lokasi Karhutla Tempuling
GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Sudah 3 hari berturut-turut, Kasdim 0314/Inhil bersama Pasi ops dan Pasi log terjun langsung mengatasi Karhutla bersama sama anggota Staf Kodim, Koramil 03/Tempuling dan 15 orang personil bantuan dari Yonarhanud beserta tim dari BPBD dan Pihak PT SAGM bersama-sama berjibaku berjuang untuk memadamkan api Karhutla, Jum'at, (13/09/2019).
 
Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Andrian Siregar melalui Kasdim 0314/Inhil Mayor Inf Untung Kusmanto menjelaskan ada sekitar 45 Personil termasuk Pasi ops dan Pasi log yang dikonsentrasikan di wilayah Pangkalan 7 Kecamatan Tempuling karena ada sekitar 5 titik api di wilayah tersebut.
 
Dari 45 Personil tersebut di bagi menjadi 3 kelompok yaittu Parit 4, parit 6 dan Parit Pinang. Titik api yang paling parah berada di parit 4.  Ada sekitar 3 titik di parit 4 tersebut .
 
"Mereka semua bergabung bahu membahu bersama Tim dari BPBD,POLRI,LBDH dan dibantu masyarakat setempat,"ungkap Kasdim 0314/Inhil Mayor Inf Untung Kusmanto.
 
Tidak hanya itu, Kasdim juga menuturkan, selain di wilayah Kecamatan Tempuling, anggota TNI jajaran Kodim 0314/Inhil juga tersebar di setiap titik api Karhutla di kecamatan-kecamatan lain untuk membatu memadamkan api Karhutla.
 
Kasdim menilai semua Tim telah bekerja dengan maksimal dan baik. Namun banyak sekali kendala yang dihadapi Tim di lapangan untuk proses pemadaman. 
 
"Alat peralatan pemadaman tidak memadai, minimnya persediaan air di parit, adanya angin kencang yang mengakibatkan cepatnya api merambat dan tidak mampuh untuk menyekat karena asap yang begitu pekat dan panas dan etiap titik api,terlalu luas dan melebar sehingga dgn alat yang terbatas sangat sulit untuk di atasi serta keadaan tanah gambut yg mengering sehingga api makan ke dalam tanah dan sulit untuk di padamkan meskipun sudah di banjiri air," jelasnya
 
Menanggapi hal tersebut, Dandim 0314/Inhil melalui Kasdim Mayor Inf Untung Kusmanto berharap, kepada Pemerintah daerah untuk memperhatikan dan menambah peralatan pemadaman Karhutla. 
 
"Karena kita (TNI) hanya bisa membatu dengan mengerahkan Personil ke lapangan dan kejadian seperti ini bukanlah kejadian yang baru terjadi di Inhil, melainkan ini kejadian rutin yang terjadi setiap musim kemarau tiba di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Inhil. "tuturnya.
 
Selain itu,Pemerintah Daerah harus menginstruksikan kepada masyarakat dengan tegas secara langsung ataupun melalui perangkat kecamatan dan desa agar mensisialisasikan dan menekan kepada masyarakat supaya tidak membakar lahan dan hutan.
 
Daud M Nur


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar