Daerah

Penunjukan Peserta MTQ Utusan Gaung Diduga Curang, DPC LMR Angkat Bicara

Ketua DPC LMR Gaung, Panglima Dalam Datuk Husni Amril
GAGASANRIAU.COM, INHIL- Pengurus DPC Laskar Melayu Riau (LMR) Kecamatan Gaung angkat bicara mengenai adanya dugaan ketidak transparanan penunjukan peserta lomba Syarhil Qur'an mewakili gaung yang akan mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Indragiri Hilir pada 28 September 2019 mendatang.
 
Ketua DPC LMR Gaung, Panglima Dalam Datuk Husni Amril mengatakan, sesuai pengamatan terkait hasil keputusan dewan juri MTQ ke-23 Kecamatan Gaung yang diadakan di Desa Belanta Raya, peserta MTQ yang menjuarai bidang perlombaan Syarhil Qur'an atas Nama Yeni Yusneti.
 
Namun, kata Husni, Yeni mengadukan kekecewaan kepada salah seorang pengurus DPC LMR Kecamatan Gaung, Kusmelly. Bahwasanya Yeni Yusneti memenangkan Syarhil Qur'an asal Desa Simpang Gaung belum mendapatkan konfirmasi kelanjutan untuk mengikuti kompetisi MTQ tingkat kabupaten di Tembilahan.

 

Baca Juga HPPMKG Kecewa Penetapan Peserta MTQ Utusan Gaung Diduga Curang

Yeni Yusneti mengaku mendapatkan perlakuan kurang adil, pilih kasih dan tidak selaras dengan yang lainnya. Diketahuinya peserta yang lain sudah disuruh untuk mempersiapkan segala sesuatunya termasuk mengukur baju persiapan mengikuti MTQ, sementara terhadap dirinya tidak ada. Sehingga menimbulkan dugaan dan kecurigaan akan digeser namanya.

Maka dari itu, Husni Amril berharap kepada pemerintah kecamatan atau orang yang berwenang penunjukan utusan yang mewakili Kecamatan Gaung betul-betul transparan dan menunjuk putra-putri meraih prestasi di ajang MTQ tingkat kecamatan yang diselenggarakan di Desa Belanta Raya baru-baru ini tanpa adanya intimidasi atau tekanan lain.
 
"Semoga ini hanya diskomunikasi saja. Diharapkan kepada pihak terkait supaya hati-hati menginput data yang benar, jangan ada intervensi sehingga tidak merugikan suatu pihak. Seperti yang di khawatir kan oleh Yeni Yusneti. Padahal Yeni telah sah mendapatkan predikat juara 1 dalam lomba Syarhil Qur'an. Seharusnya Yeni yang berhak diutus mengikuti MTQ tingkat kabupaten," tegas Husni
 
Husni berharap kepada pemerintah kecamatan gaung hendaknya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada putra-putri gaung yang berprestasi. Ketika mereka di berikan kesempatan untuk terus berjuang serta di berikan kepercayaan dan didorong untuk terus maju mengikuti kompetisi diajang bergengsi MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi.
 
"Kami akan terus megawal agar mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi. Semoga dapat diluruskan dan diselesaikan secara musyawarah. Agar kedepannya kita mudah untuk mencetak generasi yang berprestasi di segala bidang terutama di bidang keagamaan," ucapnya.
 
Husni meminta kepada pihak petinggi kecamatan untuk segera mengklarifikasi atas dugaan tersebut, agar tidak salah paham. Dan membuka data hasil lomba MTQ tingkat kecamatan siapa yang berhak mewakili gaung ditingkat kabupaten.
 
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana MTQ Kecamatan Gaung, Zulfikri membenarkan bahwa Yeny Yusnety dari kafilah Desa Simpang Gaung meraih juara 1 cabang Syarhil Quran. Mengenai penentuan atau penunjukan peserta mengikuti tingkat kabupaten wewenang kecamatan.
 
"Untuk juara 1 cabang Syarhil Quran atas nama Yeny Yusnety dari kafilah Desa Simpang Gaung," jelas Zukfikri.
 
Dijelaskannya lagi, untuk nama-nama peserta yang menjadi pemenang pada pelaksanaan MTQ di Deda Belantaraya sudah diserahkan kepada pihak kecamatan.
 
Ia berharap permasalahan tidak masuknya nama Yeny Yusnety ini bisa segera terselesaikan dengan baik. "Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kami dari panitia berharap agar para pemenang bisa dikirim mewakili kecamatan karena mereka menjadi yang terbaik dari MTQ yang kami laksanakan beberapa waktu lalu," imbuhnya.
 
Senada dengan Kades Belanta Raya Hasbullah berharap polemik tidak termuatnya nama Yeni Yusneti mewakili kecamatan diharapkan segera selesai. Yeni Yusneti sendiri merupakan pemenang MTQ Kecamatan Gaung cabang syarhil quran. 
 
"Yang pasti, kami selaku tuan rumah sudah menjalankan dengan terbaik sesuai aturan yang ada. Jika ada permasalahan hendaknya bisa diluruskan agar tidak menimbulkan fitnah," kata Hasbullah.
 
Kepada seluruh pihak terkait, Hasbullah berharap bisa duduk bersama agar permasalahan itu bisa diselesaikan dengan baik.
 
"Tugas kami selaku tuan rumah sudah selesai. Masalah siapa yg menjadi perwakilan ke MTQ kabupaten itu di luar kewenangan kami," tegasnya.
 


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar