Upaya Menangkap Bonita, Tim akan Tambah Obat Bius dan Lampu Sorot


Dibaca: 658 kali 
Senin,19 Maret 2018 - 10:24:16 WIB
Upaya Menangkap Bonita, Tim akan Tambah Obat Bius dan Lampu Sorot Upaya tim gabungan dan BBKSDA Riau melakukan penangkapan terhadap harimau Bonita di Inhil. (f: kompas.com)
GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN-Tim terpadu penyelamat harimau sumatera terus berupaya menangkap harimau sumatera bernama Bonita yang menerkam dua orang warga di wilayah Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Meski sebelumnya Bonita sudah ditembak obat bius, tetapi dia belum bereaksi secara maksimal. Bonita kembali berdiri setelah tumbang lebih kurang tiga jam. 
 
Oleh karena itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Riau menambah obat bius. ''Obat bius sudah kami kirim hari ini ke Estate Eboni Kecamatan Pelangiran,'' ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Minggu (18/3/2018).
Dia mengaku, berdasarkan laporan tim di lapangan, untuk saat ini tidak perlu dilakukan penambahan jumlah personel. Sebab, apabila personel di lokasi terlalu ramai, kata Suharyono, akan membuat Bonita semakin panik. 
 
''Semakin banyak orang yang bergerak di lapangan akan semakin tidak efektif dalam situasi saat ini,'' kata Suharyono. 
Dia mengatakan, saat ini personel di lapangan terbagi menjadi tiga tim yang terus memantau pergerakan Bonita. Selain itu, lanjut Suharyono, pihaknya juga akan menambah alat penerangan, seperti senter, untuk pergerakan personel pada malam hari. 
''Kami usahakan penambahan lampu sorot karena di lapangan sangat gelap,'' ucapnya. Dia berharap petugas di lapangan terus semangat dan diberikan kekuatan dalam melakukan penyelamatan Bonita. 
 
Sebelumnya, harimau sumatera yang memangsa Jumiati dan Yusri sudah dilakukan penembakan pada  Jumat (16/3/2018) malam. Namun, petugas belum sempat mengevakuasi sehingga Bonita kembali berdiri dan hilang jejak. 
 
Kini, tim terus berupaya mencari keberadaan Bonita. Sebagaimana diketahui, Bonita pertama kali menerkam Jumiati pada 3 Januari 2018. Karyawan perusahaan itu ditemukan tewas mengenaskan. Lalu, pada Sabtu (10/3/2018), Bonita menerkam Yusri Effendi. Pekerja bangunan rumah sarang walet itu juga ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di bagian leher. Upaya penyelamatan Bonita telah dilakukan lebih dari dua bulan, tetapi belum membuahkan hasil.***
 
Editor : Evi Endri
Sumber : kompas.com
 

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,13 November 2018 - 18:16:34 WIB
    Gerakan Sekolah Angkasa Cinta Lingkungan di Lanud Rsn

    Yasarini Lanud Rsn Ajak Siswa TK Bersih Lingkungan

    Yasarini Lanud Rsn Ajak Siswa TK Bersih Lingkungan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Dalam rangka mendukung gerakan Sekolah Angkasa cinta lingkungan, Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Lanud Roesmin Nurjadin bersama seluruh siswa melaksanakan bersih-bersih di lingkungan
  • Kamis,08 November 2018 - 15:34:56 WIB

    Plank Rambu Peringatan Daerah Rawan Buaya

    Plank Rambu Peringatan Daerah Rawan Buaya GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 6 personil turun, dipimpin langsung oleh Kepala Resort Pekanbaru, Jaya Sitorus melakukan pemasangan plank peringatan Daerah Rawan Buaya.   D
  • Rabu,07 November 2018 - 16:11:57 WIB
    Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasiona

    Balai Besar KSDA Riau Lepas Satwa Liar ke Alam Bebas

    Balai Besar KSDA Riau Lepas Satwa Liar ke Alam Bebas GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - 5 Nobember 2018 bertepatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Besar KSDA Riau gelar pelepasliaran satwa dilindungi di kawasan konservasi dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 17:36:15 WIB

    JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau

    JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) sebut PT Asia Pacifik Rayon (APR) pabrik pengolahan Viscose Staple Fiber (VSF) memproduksi serat rayon di Kerinci Kabupaten Pelalawan
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 10:28:35 WIB

    APRIL Bangun APR, Ancaman Karhutla di Riau Kedepannya Semakin Mengerikan

    APRIL Bangun APR, Ancaman Karhutla di Riau Kedepannya Semakin Mengerikan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sekretaris Jenderal Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Isnadi Esman menyatakan bahwa ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning akan semakin mengerikan dari sebelumnya
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker