Upaya Menangkap Bonita, Tim akan Tambah Obat Bius dan Lampu Sorot


Dibaca: 740 kali 
Senin,19 Maret 2018 - 10:24:16 WIB
Upaya Menangkap Bonita, Tim akan Tambah Obat Bius dan Lampu Sorot Upaya tim gabungan dan BBKSDA Riau melakukan penangkapan terhadap harimau Bonita di Inhil. (f: kompas.com)
GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN-Tim terpadu penyelamat harimau sumatera terus berupaya menangkap harimau sumatera bernama Bonita yang menerkam dua orang warga di wilayah Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Meski sebelumnya Bonita sudah ditembak obat bius, tetapi dia belum bereaksi secara maksimal. Bonita kembali berdiri setelah tumbang lebih kurang tiga jam. 
 
Oleh karena itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Riau menambah obat bius. ''Obat bius sudah kami kirim hari ini ke Estate Eboni Kecamatan Pelangiran,'' ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Minggu (18/3/2018).
Dia mengaku, berdasarkan laporan tim di lapangan, untuk saat ini tidak perlu dilakukan penambahan jumlah personel. Sebab, apabila personel di lokasi terlalu ramai, kata Suharyono, akan membuat Bonita semakin panik. 
 
''Semakin banyak orang yang bergerak di lapangan akan semakin tidak efektif dalam situasi saat ini,'' kata Suharyono. 
Dia mengatakan, saat ini personel di lapangan terbagi menjadi tiga tim yang terus memantau pergerakan Bonita. Selain itu, lanjut Suharyono, pihaknya juga akan menambah alat penerangan, seperti senter, untuk pergerakan personel pada malam hari. 
''Kami usahakan penambahan lampu sorot karena di lapangan sangat gelap,'' ucapnya. Dia berharap petugas di lapangan terus semangat dan diberikan kekuatan dalam melakukan penyelamatan Bonita. 
 
Sebelumnya, harimau sumatera yang memangsa Jumiati dan Yusri sudah dilakukan penembakan pada  Jumat (16/3/2018) malam. Namun, petugas belum sempat mengevakuasi sehingga Bonita kembali berdiri dan hilang jejak. 
 
Kini, tim terus berupaya mencari keberadaan Bonita. Sebagaimana diketahui, Bonita pertama kali menerkam Jumiati pada 3 Januari 2018. Karyawan perusahaan itu ditemukan tewas mengenaskan. Lalu, pada Sabtu (10/3/2018), Bonita menerkam Yusri Effendi. Pekerja bangunan rumah sarang walet itu juga ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di bagian leher. Upaya penyelamatan Bonita telah dilakukan lebih dari dua bulan, tetapi belum membuahkan hasil.***
 
Editor : Evi Endri
Sumber : kompas.com
 

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,25 Desember 2018 - 14:39:07 WIB

    JMGR: Ribuan Ikan Mati Diduga Keracunan, DLH Pelalawan Harus Tanggap

    JMGR: Ribuan Ikan Mati Diduga Keracunan, DLH Pelalawan Harus Tanggap GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN - Kejadian mengapungnya ribuan ikan di Sungai Kampar yang sedang ramai dibicarakan ini akhirnya ditanggapi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan sebagai mana yang di muat di beberapa media online di
  • Senin,24 Desember 2018 - 20:05:20 WIB

    Fenomena Aneh Ribuan Ikan Mati di Sungai Kampar Pelalawan

    Fenomena Aneh Ribuan Ikan Mati di Sungai Kampar Pelalawan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Fenomena banyaknya ikan timbul dalam keadaan mati di Sungai Kampar menghebohkan warga setempat. Peristiwa itu diketahui warga pada Hari Ahad pagi (23/12/2018) waktu setempat. 
  • Kamis,20 Desember 2018 - 22:42:27 WIB

    Masalah Lahan Berujung Bentrok Masyarakat dengan Security PT BBSI

    Masalah Lahan Berujung Bentrok Masyarakat dengan Security PT BBSI GAGASANRIAU COM, PEKANBARU - Terjadi gesekan Fisik di lahan yang disengketakan oleh pihak perusahaan dan masyarakat. Memicu terjadinya bentrok antara security PT. BBSI dengan masyarakat Dusun IV Desa Tlg 7 Buah Ta
  • Selasa,11 Desember 2018 - 22:33:03 WIB

    Buaya Berkeliaran di Banjir Kuansing Berhasil Ditangkap

    Buaya Berkeliaran di Banjir Kuansing Berhasil Ditangkap GAGASANRIAU.COM, KUANSING -Bencana banjir beberapa kali menimpa warga Kabupaten Kuansing menenggelamkan sejumlah fasilitas serta lahan persawahan warga.  
  • Senin,26 November 2018 - 22:36:23 WIB

    Organisasi Dokter Bedah di Riau Serukan Mogok Operasi Pasien

    Organisasi Dokter Bedah di Riau Serukan Mogok Operasi Pasien GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -  Organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (Ikabi) Koordinaor Wilayah Riau melalui nomor surat 176/IKABI/KORWIL RIAU/XI/2018 yang berbunyi penundaan pelayanan, menyatakan mogok
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker