Upaya Menangkap Bonita, Tim akan Tambah Obat Bius dan Lampu Sorot


Dibaca: 895 kali 
Senin,19 Maret 2018 - 10:24:16 WIB
Upaya Menangkap Bonita, Tim akan Tambah Obat Bius dan Lampu Sorot Upaya tim gabungan dan BBKSDA Riau melakukan penangkapan terhadap harimau Bonita di Inhil. (f: kompas.com)
GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN-Tim terpadu penyelamat harimau sumatera terus berupaya menangkap harimau sumatera bernama Bonita yang menerkam dua orang warga di wilayah Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Meski sebelumnya Bonita sudah ditembak obat bius, tetapi dia belum bereaksi secara maksimal. Bonita kembali berdiri setelah tumbang lebih kurang tiga jam. 
 
Oleh karena itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Riau menambah obat bius. ''Obat bius sudah kami kirim hari ini ke Estate Eboni Kecamatan Pelangiran,'' ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Minggu (18/3/2018).
Dia mengaku, berdasarkan laporan tim di lapangan, untuk saat ini tidak perlu dilakukan penambahan jumlah personel. Sebab, apabila personel di lokasi terlalu ramai, kata Suharyono, akan membuat Bonita semakin panik. 
 
''Semakin banyak orang yang bergerak di lapangan akan semakin tidak efektif dalam situasi saat ini,'' kata Suharyono. 
Dia mengatakan, saat ini personel di lapangan terbagi menjadi tiga tim yang terus memantau pergerakan Bonita. Selain itu, lanjut Suharyono, pihaknya juga akan menambah alat penerangan, seperti senter, untuk pergerakan personel pada malam hari. 
''Kami usahakan penambahan lampu sorot karena di lapangan sangat gelap,'' ucapnya. Dia berharap petugas di lapangan terus semangat dan diberikan kekuatan dalam melakukan penyelamatan Bonita. 
 
Sebelumnya, harimau sumatera yang memangsa Jumiati dan Yusri sudah dilakukan penembakan pada  Jumat (16/3/2018) malam. Namun, petugas belum sempat mengevakuasi sehingga Bonita kembali berdiri dan hilang jejak. 
 
Kini, tim terus berupaya mencari keberadaan Bonita. Sebagaimana diketahui, Bonita pertama kali menerkam Jumiati pada 3 Januari 2018. Karyawan perusahaan itu ditemukan tewas mengenaskan. Lalu, pada Sabtu (10/3/2018), Bonita menerkam Yusri Effendi. Pekerja bangunan rumah sarang walet itu juga ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di bagian leher. Upaya penyelamatan Bonita telah dilakukan lebih dari dua bulan, tetapi belum membuahkan hasil.***
 
Editor : Evi Endri
Sumber : kompas.com
 

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,02 Mei 2019 - 10:47:51 WIB

    Lions Club Lakukan Penghijauan di Perkantoran Walikota

    Lions Club Lakukan Penghijauan di Perkantoran Walikota GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Organsasi global yang hanya bergerak di bidang sosial, Perkumpulan Lions atau Lions Club melakukan gerakan penghijauan dengan menanam bibit pohon di komplek perkantoran baru Walikota Pekanbaru, Kami
  • Selasa,30 April 2019 - 18:00:05 WIB

    KPK Menetapkan Korporasi Perkebunan Sawit Sebagai Tersangka di Riau, Gakkum KLHK Kapan?

    KPK Menetapkan Korporasi Perkebunan Sawit  Sebagai Tersangka di Riau, Gakkum KLHK Kapan? GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) layak diapresiasi atas keberaniannya melawan kejahatan korporasi. Keberanian ini juga wujud gerakan yang diinisiasi KPK bernama Gerakan Nasional Penye
  • Kamis,25 April 2019 - 19:56:46 WIB
    KPK Terkesan Pembiaran:

    Perda RTRWP Riau Bertentangan dengan GNPSDA

    Perda RTRWP Riau Bertentangan dengan GNPSDA GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Peraturan Daerah (Perda) Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW) Riau diduga bertentangan dengan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).  
  • Selasa,02 April 2019 - 17:56:59 WIB

    Aktivitas Galian C Kian Marak di Dayun

    Aktivitas Galian C Kian Marak di Dayun GAGASANRIAU,COM.SIAK - Aktivitas galian tanah timbun atau dikenal dengan istilah Galian C di Jalan Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak kian marak. Mirisnya, kegiatan yang jika tak terkontrol menyebabkan kerusakan lingkungan
  • Jumat,29 Maret 2019 - 12:34:12 WIB

    Kondisi Harimau Sumatera Terjerat di Pelalawan Mengenaskan

    Kondisi Harimau Sumatera Terjerat di Pelalawan Mengenaskan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU  - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyatakan bahwa kondisi Harimau Sumatera yang terjerat di Kabu
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker