GAGASANRIAU.COM, KAMPAR — Saat ini di Kabupaten Kampar, Riau, tengah menghadapi anomali cuaca ekstrem yang memicu bencana ganda.
Melansir dari riaupos.co, hingga Sabtu (14/3) petang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar melaporkan duel bencana hidrometeorologi yang terjadi nyaris bersamaan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta terjangan angin kencang.
Seperti di Kecamatan Tambang, lahan gambut milik masyarakat di Desa Rimbo Panjang dilaporkan telah membara selama enam hari berturut-turut.
Sementara di Kecamatan Bangkinang, hujan lebat disertai angin kencang menumbangkan pohon besar yang melumpuhkan akses jalan.
'Api Dalam Sekam' di Rimbo Panjang
Situasi di Rimbo Panjang menjadi yang paling kritis. Api tidak hanya melalap permukaan, tetapi sudah merangsek ke bawah permukaan tanah gambut (ground fire).
Hingga kini, luas lahan yang hangus diperkirakan mencapai dua hektare.
Kepala Pusdalops-PB BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari BPBD Kampar, BPBD Riau, hingga Dinas Damkar Provinsi terus berjibaku memutus jalur api di tengah keterbatasan sumber air.
"Kendala utama di lapangan adalah terbatasnya sumber air di sekitar lokasi. Hingga laporan terakhir, api masih terpantau aktif di bawah permukaan tanah," tegas Adi Candra, Sabtu (14/3).
Penyebab kebakaran lahan semak belukar ini masih misterius dan dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Akses Bangkinang Sempat Lumpuh
Tak jauh dari lokasi panas, cuaca berubah drastis di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang.
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang pada Sabtu siang mengakibatkan pohon tumbang hingga menutup total akses jalan.
Kendaraan roda dua maupun roda empat sempat terjebak macet total sebelum akhirnya Satgas TRC BPBD Kampar bersama warga melakukan evakuasi menggunakan mesin chainsaw.
Meski jalur kini sudah normal kembali, ancaman cuaca ekstrem diprediksi masih akan menghantui wilayah ini.
Alarm Waspada Cuaca Ekstrem
BPBD Kampar kini dalam status siaga penuh. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang sewaktu-waktu bisa disertai petir dan angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Cuaca saat ini sangat fluktuatif, satu sisi kita menghadapi karhutla, di sisi lain ada ancaman badai," pungkas Adi Candra.