HET Dihantam Rantai Distribusi Bocor, Harga Minyakita di Pekanbaru Meroket Rp20 Ribu!

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:38:16 WIB
Pj Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, — Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang sudah ditetapkan seakan tak berlaku di lapangan.

Pasalnya, harga minyak goreng kemasan bersubsidi, Minyakita, kini meroket liar tak terkendali di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru hingga menyentuh angka Rp20.000 per liter.

Angka ini jauh meninggalkan regulasi HET yang telah dipatok pemerintah pusat sebesar Rp15.700 per liter.

Menyikapi 'cekikan' harga ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersiap mengambil langkah intervensi pasar guna memukul mundur harga jual yang tak wajar.

Ingot Ahmad Hutasuhut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, menegaskan bahwa pemerintah memantau ketat pergerakan harga ini.

Jika tengkulak dan mekanisme pasar tak kunjung menormalkan harga, operasi pasar adalah jalan ninja yang akan diambil.

"Kita lihat situasi dulu, kalau masih berlangsung (harga tinggi) terus, sesuai arahan bapak wali kota, kenyamanan warga kita nomor satu. Kalau memang harus operasi pasar, kita akan operasi pasar," tegas Ingot, Selasa (12/5).

Siasat Operasi Pasar Gandeng Bulog

Dalam skenario intervensi tersebut, Pemko Pekanbaru tidak bergerak sendiri. Pemerintah daerah bakal menggandeng Perum Bulog untuk membanjiri pasar dengan pasokan minyak goreng yang dijual jauh di bawah harga pasaran saat ini. Langkah ini diyakini mampu meredam spekulasi harga di tingkat pedagang.

Namun, tingginya harga Minyakita saat ini bukan terjadi di ruang hampa. Akar masalahnya jelas: pasokan dari tingkat distributor macet total.

Ingot membeberkan bahwa Pemko Pekanbaru terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan para distributor untuk mengendus adanya permainan yang membuat jalur distribusi terhambat. Pemko kata Ingot ingin memastikan pasokan berjalan normal ke tangan pedagang tanpa ada pihak yang menahan stok.

Kebocoran Distribusi: Dijual Kembali ke Ritel

Secara blak-blakan, Ingot mengungkap fakta adanya kecacatan dalam alur distribusi Minyakita di Pekanbaru. Terdapat anomali di mana barang yang seharusnya langsung bermuara ke masyarakat justru berputar kembali ke pihak ritel.

"Ada kendala, distribusinya itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Seharusnya yang sudah dijual ke pengguna, tapi dijual ke ritel lagi," ungkapnya menyoroti praktik 'bocor' rantai pasok tersebut.

Guna menyudahi sengkarut ini, Pemko Pekanbaru telah mengeluarkan instruksi tegas. Pihak distributor diminta untuk memprioritaskan alokasi pasokan langsung ke pasar-pasar tradisional dan memastikan tidak ada lagi hambatan di lapangan. 
Pasokan wajib dijamin lancar agar daya beli masyarakat tidak semakin tercekik.

Terkini