Mantan Jurnalis Duduki Kursi Direktur PT Riau Petroleum

Senin, 25 Mei 2026 | 17:50:19 WIB

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis di sektor minyak dan gas (migas) mulai memasuki babak baru.

Sehubungan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang secara resmi menetapkan jajaran direksi baru untuk menakhodai PT Riau Petroleum ke depan.

Melalui kebijakan teranyar, pemegang saham menunjuk Fazar Muhardi untuk menduduki posisi krusial sebagai Direktur Operasional PT Riau Petroleum.

Rekam jejak Fajar terbilang unik, mengingat dirinya dahulu berprofesi sebagai jurnalis dan sempat membangun media siber lokal riaubook.com sebelum akhirnya melompat ke sektor industri energi.

Penetapan Fazar mendampingi Ganesya Varandra yang secara resmi ditunjuk sebagai Direktur Keuangan PT Riau Petroleum. 
Pengesahan dua pimpinan baru ini dieksekusi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang dipimpin oleh Komisaris PT Riau Petroleum, M Job Kurniawan, di Hotel Novotel Pekanbaru, Senin (25/5) siang.

Langkah korporasi ini dibenarkan oleh Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Riau, Sri Irianto.

Dia menegaskan bahwa forum RUPS-LB tersebut merupakan gong akhir dari rangkaian panjang proses seleksi yang telah bergulir beberapa waktu lalu.

"Iya, pada hari ini Senin 25 Mei 2026 baru dilaksanakan RUPS-LB penetapan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum hasil seleksi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu," ujar Sri Irianto saat dikonfirmasi, Senin (25/5).

Akselerasi Program dan Target Dividen Jumbo

Sri Irianto memaparkan, kedua figur yang terpilih tersebut merupakan kandidat terbaik yang telah berhasil melewati saringan ketat panitia seleksi.

Kehadiran dua direktur baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak korporasi untuk melakukan manuver bisnis yang lebih agresif.

"Kita Pemprov Riau berharap dengan penambahan dua direktur ini, PT Riau Petroleum dapat meningkatkan kinerja dan percepatan-percepatan program perusahaan ke depan, sehingga PT Riau Petroleum bisa lebih berkembang lagi," tutur Sri.

Di sisi lain, perombakan ini tidak lepas dari tekanan dari level atas. Sri mengungkapkan bahwa Plt Gubernur Riau telah menjatuhkan instruksi tegas kepada Biro Perekonomian Setdaprov Riau untuk memperketat pembinaan terhadap seluruh BUMD Riau.

Targetnya pun jelas dan terukur: menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran dividen yang optimal.

Menuntut Kekompakan Tim Kerja

Pemprov Riau menilai, selama ini kendala lambatnya akselerasi bisnis sering kali dipicu oleh pincangnya komposisi manajemen di internal BUMD.

Oleh karena itu, pengisian dua jabatan lowong ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan operasional korporasi pelat merah tersebut.

"Untuk memberikan dividen yang tinggi kepada pemerintah daerah, tentu dibutuhkan personal atau tim kerja yang lengkap di BUMD," kata Sri.

Dengan terpenuhinya formasi manajemen ini, Pemprov Riau optimistis lini bisnis PT Riau Petroleum akan melaju di jalur yang lebih sehat, sekaligus meminta keterlibatan publik untuk mengawal performa perusahaan.

"Maka dengan bertambah dua direktur ini, PT Riau Petroleum akan berjalan lebih baik, dan kita juga mohon dukungan masyarakat agar BUMD kita ini dapat maju dan berkembang ke depan," pungkasnya.

Terkini