Kualitas Udara Pekanbaru Tembus PM 2,5 di Atas 150, PDPI: Waspada Bahaya Kabut Asap Karhutla!

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:02:54 WIB
Personil Manggala Agni saat memadamkan kebakaran lahan gambut di Sungai Guntung Hilir, Rengat, Indragiri Hulu

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau memberikan imbauan kesehatan merespon kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kian yang kian memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Karena berdasarkan deteksi indeks partikulat PM 2,5, polusi udara konsisten berada di atas angka 150, yang menandakan level "Tidak Sehat" atau masuk dalam zona kewaspadaan warna merah.

Apalagi, kondisi memprihatinkan ini sangat terasa, terutama pada pagi hari.

Untuk itu PDPI Provinsi Riau mengeluarkan imbauan kesehatan serius.

dr Indra Yopi, Sekretaris PDPI Riau, menegaskan meski aktivitas di luar rumah masih diperbolehkan, masyarakat wajib membentengi diri dengan protokol kesehatan ketat.

"Pemerintah mengimbau penggunaan masker bedah biasa saat beraktivitas di ruang terbuka," kata Indra Yovi dilansir dari Riauposco, Rabu, 19 Agustus 2026, di Pekanbaru.

Indra menjelaskan, langkah ini sangat krusial sebagai proteksi saluran napas dari paparan kabut asap yang makin pekat.

Paparan langsung kabut asap tanpa pelindung berisiko tinggi menimbulkan keluhan sesak napas, batuk akut, hingga nyeri tenggorokan.

Selain kewajiban bermasker, PDPI Riau juga meminta masyarakat meningkatkan konsumsi air putih secara signifikan.

Hal tersebut diperlukan untuk menghindari dehidrasi serta menjaga kelembapan tenggorokan di tengah cuaca buruk.

"Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi," tutur Indra.

Lebih lanjut, Indra memberikan peringatan khusus bagi kelompok rentan.

PDPI Riau meminta warga lansia dan individu yang memiliki riwayat penyakit paru atau gangguan saluran napas untuk menahan diri.

Mereka sangat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar rumah sama sekali selama kondisi udara belum membaik.

Terkini