Sumatera Membara Tembus 1.104 Hotspot, Pelalawan Terbanyak, Riau Diselimuti Udara Kabur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:55:25 WIB
Personil Manggal agni yang sedang menyemprotkan air ke dalam lobang gambut yang terbakar di Sungai Guntung, Inhu

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU —  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis data terbaru lonjakan drastis hotspot yang kini menembus angka psikologis 1.104 titik di seluruh daratan Sumatra.

Dalam data tersebut dari ribuan titik api, Provinsi Riau menyumbang 97 hotspot, jumlah tersebut meningkat tajam dibanding pembaruan hari sebelumnya.

Tercatat, Kabupaten Pelalawan mencatatkan rekor paling mengkhawatirkan dengan menyumbang 71 titik panas, menjadikannya wilayah paling rawan dan membara di Riau.

Anggun R, Prakirawan BMKG Pekanbaru, mengungkapkan fenomena udara kabur kembali menyelimuti wilayah Riau pada Sabtu (22/8) pagi hingga dini hari.

Sementara itu, sebaran 97 titik panas di Riau terdeteksi merata di sembilan daerah masing-masinh di :

  1. Kabupaten Pelalawan: 71 titik
  2. Kabupaten Indragiri Hilir: 8 titik
  3. Kabupaten Kampar: 4 titik
  4. Kota Dumai: 3 titik
  5. Kabupaten Indragiri Hulu: 3 titik
  6. Kabupaten Rokan Hulu: 2 titik
  7. Kabupaten Bengkalis: 2 titik
  8. Kabupaten Kepulauan Meranti: 2 titik
  9. Kabupaten Kuantan Singingi: 1 titik

Kondisi ini diperparah oleh kepungan hotspot dari provinsi tetangga.

Sumatra Selatan menjadi penyumbang terbesar di Sumatra dengan 528 titik, disusul Bangka Belitung 221 titik, Lampung 98 titik, dan Jambi 83 titik.

Sementara sisanya tersebar di Kepulauan Riau (34), Bengkulu (16), Aceh (13), Sumatra Utara (9), dan Sumatra Barat (5).  
Menurut Anggun untuk karakteristik cuaca Riau didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

"Hujan lokal berintensitas ringan hanya diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu pada malam hari. " kata Anggun dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8).

Anggun juga menyebut untuk suhu udara berada pada rentang menyengat 23.0 hingga 34.0 °C dengan kelembapan 50–95 persen. 
Sementara, tiupan angin kencang dari arah Selatan ke Barat berkecerdatan 10 hingga 30 km/jam berpotensi mempercepat perambatan api pada lahan kering.

Sementara tinggi gelombang di perairan Riau terpantau aman pada kategori rendah (0.5 – 1.25 meter).

Meskipun status peringatan dini resmi BMKG masih tertulis nihil, lonjakan hotspot yang tembus empat digit di Sumatra menjadi peringatan darurat bagi Satgas Karhutla. Tanpa intervensi pemadaman masif, bahaya asap lintas batas (cross-border haze) kini membayangi ruang udara Riau.

Terkini