Hasil Tim Audit BPKP Lamban Hambat Program Multiyear Inhil

Lambannya Pembangunan Bukan Sepenuhnya Kesalahan Wardan

Ahad, 07 Februari 2016 - 14:12:16 wib | Dibaca: 3952 kali 
Lambannya Pembangunan Bukan Sepenuhnya Kesalahan Wardan
anggota DPRD Inhi Edy Harianto Sindrang

GagasanRiau.com Tembilahan - Legislator menilai lambannya pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lambannya hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah salah satu faktor memperlambat pembangunan hingga terbengkalainya beberapa mega proyek Multiyear di daerah. Seperti pembangunan Gedung Universitas Islam Indragiri (Unisi), Islamic Center, High Way Tempuling Mandah, Bandara Tempuling, Pelabuhan Parit Dua Satu, dan hal ini tak bisa dilanjutkan karena sesuai aturan.

Dan pembangunan mega proyek tersebut dapat dilanjutkan jika audit selesai dari BPKP. Demikian pernyataan ini di sampaikan anggota DPRD Inhi Edy Harianto Sindrang yang dijuluki Bapak Penyelamat Kelapa. Hal ini disampaikannya saat bincang-bincang santai dengan GagasanRiau.com, Sabtu (6/2/2016) di Kota Tembilahan.

"Jadi bukan keinginan bupati tidak melanjutkan, tapi masih menunggu hasil audit. Karena kita tahu masalah pembangunan semua ada batasannya, yang mana pembangunan di masa bupati sebelumnya dan pembangunan bupati sekarang," terang Edy Harianto Sindrang.

Legislator ini minta kepada auditor cepat memberikan hasil kepada bupati agar pembangunan tersebut bisa dilanjutkan, jangan ada persepsi bupati sekarang yang dikambing hitamkan dan jangan dideskriminasikan.

"Jangan Bupati Wardan selalu dikambinghitamkan, beliau peduli kok masalah pembangunan Inhil ini, apa lagi masalah gedung Unisi itu yang masih diatas angin. Kalau masalah kepedulian di ranah pendidikan, kita tahu kalau beliau ini pernah berkiprah di dunia pendidikan di Provinsi.Riau. Tidak mungkin beliau tidak pedulikan, bukti kepedulian beliau terhadap pendidikan sampai hal terkecil pun beliau buat, seperti program magrib mengaji,"paparnya.

Disebutkannya lagi bahwa ia sangat menyangkan aset daerah seperti di High Way Tempuling, dengan lambatnya kelanjutannya pembangunan tersebut masyarakatlah yang terkena dampak kerugiannya.

"Karena masalah ini terkendala sehingga masyrakat tidak bisa menikmati hasil pembangunan daerah jika ini tidak segera dituntaskan, mari berpikir objektif dan rasional,"tutupnya.

Reporter Daud.M.Nur


Loading...
BERITA LAINNYA