Diserang Kampanye Hitam, RW Bakal Calon Wako Pekanbaru Himbau Masyarakat Tidak Terpancing

Kamis, 28 Juli 2016 - 14:05:49 wib | Dibaca: 8588 kali 
Diserang Kampanye Hitam, RW Bakal Calon Wako Pekanbaru Himbau Masyarakat Tidak Terpancing

GagasanRiau.Com Pekanbaru – Ramli Walid Bakal Calon Walikota (Bacawako) Pekanbaru menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing dan tetap menjaga kerukunan dengan sesama. Meskipun adanya kampanye hitam yang ditujukan kepada dirinya ia tetap dengan tenang dan percaya menatap Pemilihan Walikota Pekanbaru 2017 mendatang.

Dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (28/7/2016), ia dengan santai menjawab bahwa persaingan itu adalah dengan cara yang sehat dan dirinya tidak akan meniru cara yang tidak baik.

“Kita ini kan ingin jadi pemimpin. Oleh sebab itu saya mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana yang tenteram dan sejuk di tengah persaingan politik pada Pilwako 2017 mendatang,’’ kata Ramli Walid yang akrab disebut Bang RW ini.

Senada yang disampaikan oleh Ketua Tim Forum RW, Satar Taher ia meminta agar tidak ada persaingan yang tidak sehat. Karena katanya, pemimpin yang akan dihasilkan menjadi representasi Kota Pekanbaru kedepannya.

“Mari kita bersaing secara sehat. Oleh karena itu lebih baik kita menonjolkan kelebihan calon yang kita dukung tanpa menyudutkan dan melemahkan calon yang lain,’’ kata Satar. Sebab tambah Satar, kalau memang mau mencari-cari kelemahan, semua calon pasti ada kelemahannya.

Dalam situs online lokal yang beredar di medoa sosial (medsos) Kamis (28/7) ini,  membuat sebuah berita yang berjudul “Ramli Walid, Ketua Bappeda Riau Tersangka”. Berita yang tak memiliki sumber yang jelas tersebut dimuat  pada Kamis (12/4) tahun 2012 silam.

Sebagaimana dirilis dari koranriau.net tertulis dalam berita  yang beredar di akun media sosial seperti facebook dan group WA (WatsApp) Cakaplah yang dikirim oleh Gerry Nasri tersebut, dikabarkan  Ramli Walid ditetapkan sebagai tersangka, sudah beredar dikalangan wartawan. Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak pukul 14.00 Wib tadi. Hanya saja, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelum Ramli Walid, dalam kasus gratifikasi ini, KPK telah menetapkan Muhammad Faisal Aswan dan Muhammad Dunier sebagai tersangka. Muhammad Faisal yang dikenal memiliki hubungan darah dengan Gubernur Riau, HM Rusli Zazinal ini, ditangkap di rumahnya.

Sedangkan Muhammad Dunier, merupakan Ketua Pansus yang membahas Perda penambahan anggaran salah satu venues PON XVIII. Dalam kasus yang sama, KPK juga menyeret seorang staf Dispora dan seorang staf PT Pembangunan Perumahan.

Editor Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA