Pembunuh Dengan Cara Mutilasi di Rupat Ditangkap di Jakarta

Kamis, 30 Maret 2017 - 13:55:55 wib | Dibaca: 2868 kali 
Pembunuh Dengan Cara Mutilasi di Rupat Ditangkap di Jakarta
Pelaku Mutilasi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan dengan cara memutilasi korban di Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis, H alias Ari 31 tahun.

Pelaku ditangkap oleh tim khusus Polres Bengkalis dibantu personil Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin (29/3/17) siang.

Kabid Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo, SIK, MM, Kamis (30/3/17), membenarkan hal itu.

Mantan Kapolres Pelalawan ini pun lalu mengungkapkan kronologis penangkapan terhadap Ari. Pasca menghabisi nyawa Bayu Santoso, warga Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, Jumat (24/3/17) lalu, pelaku atau terlapor kabur bersama anaknya yang masih balita ke Jakarta.

Tim khusus yang dipimpin Kasat Reskrim Bengkalis AKP Noak Aritonang dibantu Kompol Taufik Tayeb, SIK dari unit Jatanras Polda Riau langsung bergerak melacak keberadaan pelaku. Dengan menggunakan kecanggihan IT diketahui pelaku berada di seputaran Penjaringan, Jakarta Utara.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Polrestro Jakarta Utara, tim khusus Polres Bengkalis ini lalu memburu pelaku yang diketahui berada di lantai 8 Apartemen Teluk Intan, Tower Topaz unit 8Y2.

Tim langsung melakukan penggerebekan serta mengamankan pelaku beserta anak dan langsung dibawa ke Polrestro  Jakarta Utara untuk pemeriksaan intensif.

"Saat ditangkap pelaku mengalami luka di tangan kiri dan keningnya diduga akibat perlawanan yang dilakukan korban Bayu,'' kata Guntur.

Peristiwa pembunuhan disertai mutilasi ini  menggegerkan masyarakat Bengkalis. Berawal dari laporan saksi mata Ad alias Gondrong (29) kepada pihak Polsek Rupat Utara, Senin (27/3/17) lalu. Laporan yang dilakukan setelah tiga hari setelah peristiwa itu disebabkan Gondrong trauma sehingga  sempat  kabur ke semak-semak dan sembunyi.

Setelah merasa aman, baru lah dia keluar dari tempat persembunyian dan melaporkan kejadian itu ke polisi. Korban sendiri sehari hari bekerja sebagai pengantar sepeda motor pesanan konsumen di salah satu dealer di Desa Pangkalan Nyirih, Rupat Utara.

Menurut kesaksian Gondrong, diminta pelaku AR untuk memanggil korban.  Begitu Bayu masuk ke dalam ruko, pelaku AR langsung mengunci pintu tempat bilyard itu dari dalam.

Diduga pelaku menghabiskan nyawa korban dengan cara menikamnya dari belakang. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya dua lobang bekas tusukan yang terdapat di jantung dan paru-paru korban.

Dari laporan Gondrong ke polisi, penyidik langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).  Tetapi pelaku sudah tidak ada lagi. Penyidik polisi hanya menemukan tubuh korban yang sudah dimutilasi, baju dan celana korban  serta  2 buah senjata tajam jenis Sangkur dan pisau genggam.

Jasad Bayu saat ditemukan polisi sudah dipotong potong menjadi lima bagian besar yang dimasukkan di dalam koper dan kantong plastik ukuran besar warna hitam yang disembunyikan dalam tong di dalam kamar pelaku.

Editor Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA