Adanya Kasus Makan Tak Laik Konsumsi, Lemahnya Pengawasan Dinas Terkait

Legislator : Jika Wako Keracunan Roti Kimteng, Kenapa Tak Lapor Polisi

Ahad, 30 Juli 2017 - 15:08:58 wib | Dibaca: 3450 kali 
Legislator : Jika Wako Keracunan Roti Kimteng, Kenapa Tak Lapor Polisi
Walikota Pekanbaru Firdaus MT

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru menyayangkan kebijakan Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang serta-merta menutup izin operasi Kedai Kopi Kimteng. Karena pasca penutupan Kedai Kopi Kimteng itu, banyak warga kota yang bergantung dari efek ekonomi tempat warga menikmati kuliner di Kota Bertuah tersebut kehilangan mata pencaharian.

"Ya kita sangat menyayangkan saja apa yang dibuat oleh Walikota dengan menutup Kedai Kopi Kimteng itu, kan banyak juga warga yang kehilangan rezeki dari dampak penutupan itu, mulai dari tenaga kerja di kedai itu, tukang parkir di sekiatarnya, tukang lontong dan penjual makanan kecil lainnya" ujar Yose Saputra anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar ini kepada GAGASANRIAU.COM, Minggu (30/7/2017).

Dan kata Yose lagi, jika memang benar ada makanan yang tak layak konsumsi di Kedai Kopi Kimteng tersebut, muaranya adalah kembali ke Pemko Pekanbaru sendiri. "Dinkes (Dinas Kesehatan. Red) harusnya melakukan pengawasan sejak awal, artinya pengawasannya yang lemah, apakah hanya Kimteng saja yang begitu, semua waralaba itu juga perlu ada pengawasan" tegas Yoserizal.

"Pertanyaannya, jika Walikota benar merasa keracunan atau muntah-muntah akibat konsumsi roti Kimteng, apakah ia melaporkan ke polisi, biar diproses secara hukum, dan juga pencabutan izin juga harus melalui prosedurnya juga" tukas Yose.

Baca Juga Pemko Pekanbaru Tidak Bijak Menutup Kimteng

Sebelumnya juga anggota DPR RI Lukman Edy menyampaikan saat ia berbincang dengan tukang mie ayam, tukang sop ikan, tukang otak-otak dan tukang parkir yang biasanya bergantung dengan operasional Kedai Kopi Kimteng dan pedagang termasuk tukang parkir ini mengaku bingung, kapan Kimteng buka lagi. Pasalnya pasca penutupan kedai kopi yang cukup ternama itu mereka kehilangan penghasilan.

Lukman Edy yang akrab disapa LE ini menyarankan hendaknya Pemko Pekanbaru untuk lebih bijak menyikapi persoalaan tersebut.

"Kalau ada yang kurang, misal bikin sakit perut, kita ingatkan aja ke tukang kedai ini (Kimteng Red) untuk memperbaikinya. Pemko wajib membina bukan menutupnya," kata LE Jumat pagi (28/7/17).

Dimana saat itu ia berencana menggelar acara coffee morning  dengan sejumlah rekannya termasuk beberapa orang wartawan di Kedai Kopi Kimteng.

Karena diterangkan LE, bahwa Kedai Kopi Kimteng ini ciri khas wisata kuliner warga Kota. Selain itu juga Kedai Kopi Kimteng ini juga menyerap lapangan pekerjaan baik dari sektor formal maupun informal sekitaran tempat beroperasinya.

"Mereka berusaha dan berwiraswasta tak pernah minta bantuan pemerintah, inisiatif sendiri serta tak pernah menyusahkan Pemko. Sudah puluhan tahun beroperasi, belum ada pula orang yang meninggal karena menyeruput kopi di Kedai Kopi Kimteng" ujarnya.

Dan diterangkan LE lagi bahwa pemilik Kimteng itu merupakan salah seorang veteran perang kemerdekaan NKRI.

"Sekali lagi, saya berharap Pak Walikota, segera buka segelnya. Sambil ikut duduk duduk ngopi di sini. Ini penting untuk menimbulkan kesan ikon kuliner Pekanbaru dan menunjukkan Kimteng ini memang layak (jadi ikon, Red),'' pungkasnya.

Reporter Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA