Cekcok di Warnet, Seorang Pelajar di Pekanbaru Tewas Dihajar

Sabtu, 04 Januari 2020 - 21:18:03 wib | Dibaca: 5088 kali 
Cekcok di Warnet, Seorang Pelajar di Pekanbaru Tewas Dihajar
Pelaku saat ditangkap di dalam mobil truk yang lagi parkir di SPBU Pematang Reba Inhu

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Pengunjung warnet di Kota Pekanbaru berstatus pelajar terlibat cekcok mengakibatkan pemukulan hingga korban bernama Rendi (17) meninggal dunia akibat hantaman beda tumpul.
 
Penganiayaan tersebut pada Rabu 01 Januari 2020, sekira pukul 03.00 WIB, didekat Warnet Army Jalan Kaharudin Nasution Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau. 
 
Korban merupakan warga Dusun II Keramat Sakti Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabuapaten Kampar sempat dirawat RSUD selama dua hari. Namun pada Jum'at 03 Januari 2020, sekira pukul 17.30 WIB, akibat luka pukulan benda tumpul tersebut, nyawa korban tidak tertolong lagi.
 
Berdasarkan keterangan saksi, Suparman (40), antara korban bersama saksi Anggi (16) di warnet Army sedang main game di warnet. Pada saat itu juga ada temannya bernama Firki sedang diluar warnet ngumpul bersama temannya.
 
Kemudian Firki masuk ke dalam warnet memberitahukan kepada korban bahwa ia kena sepak (tendang). Mendengar hal tersebut, Anggi dan korban Rendy keluar warnet, dan kemudian korban menanyakan kepada Firki "Ada permasalahan apa. Dan dijawab Firki bahwa ia ada salah chat ke Aldi sehingga salah paham antara kedua belah pihak.
 
Kemudian saksi bernama Peri pergi ke Warnet Plus memanggil Aldi untuk menyelesaikan masalah. Kemudian datang Aldi bersama tersangka Deni bersama dengan tiga orang lainnya.
 
Korban Rendy menanyakan kepada Aldi apa masalahnya dan ingin berdamai saja. Hal tersebut didamaikan Aldi dengan tersangka Deni. Akan tetapi tersangka Deni tidak mau. Mendengar hal tersebut, korban Rendy pun juga tidak senang terjadilah perkelahian yang mana kemudian  mereka berdua dipisahkan.
 
Pada saat itu datang Jeki menanyakan ada kejadian. Dan pada saat itu juga tersangka Deni berkata "Aku dikeroyok" dan Deni juga berkata "Bukan bang aku hanya ingin menyelesaikan masalah, kalau aku salah, aku minta maaf". Pada saat itu juga tersangka Deni memukul kepala korban, Rendi, sebanyak dua kali dengan kayu.
 
"Korban terkena hantaman kayu mengenai kepala bagian kiri hingga korban Rendi terpental. Kemudian di pukul lagi sebnyak 3 kali pada bagian badan sebelah kiri," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Sabtu (4/1)
 
Setelah menghantam kepada korban, pelaku membuang kayu tetsebut dan pergi meninggalkan korban tergeletak dengan kondisi kritis.
 
Saksi bersama pengunjung warnet memgangkat korban Rendi ke dalam warnet. Sempat dikasih minum oleh penjaga warnet, namun karena korban merasa sakit dan tidak tahan minta diantarkan ke rumah sakit.
 
"Saksi bersama yang lain membawa korban ke Rumah Sakit Safira untuk diperiksa," sebutnya
 
Atas tindakan penganiayaan tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kepada kepolisian setempat. Pelaku yang sempat melarikan diri tersebut akhirnya berhasil ditangkap saat berada di dalam mobil truk yang lagi parkir di SPBU Pematang Reba Inhu oleh unit reskrim Polsek Bukitraya dibackup Sat reskrim Polresta Pekanbaru.
 
 
 
Loading...
BERITA LAINNYA