Petugas Bandara Pekanbaru Gagalkan Pengiriman 4 Kg Ganja Lewat TIKI

Sabtu, 04 April 2020 - 21:54:37 wib | Dibaca: 2149 kali 
Petugas Bandara Pekanbaru Gagalkan Pengiriman 4 Kg Ganja Lewat TIKI
Barang bukti daun ganja kering. (Sumber foto: riauterkini)

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Petugas bandara Pekanbaru gagalkan pengiriman 4 kg daun ganja kering dibungkus dalam kota.
 
Barang haram itu terdeteksi di X-Ray Gudang Cargo Bandara Internasional SSK II Pekanbaru. Dimana dari bungkusan itu masing seberat 998 gram, 988 gram, 1004 gram, dan 1026 gram.
 
Seperti dilansir riauterkini, ganja kering itu rencana akan dikirim ke Bandung dan Denpasar dengan transit ke Jakarta, pengiriman melalui jasa Titioan Kikat atau TIKI menggunakan Batik Air/ID 7064 PKU-CGK.
 
Awalnya sebelum terendus, barang tersebut diantar oleh kendaraan roda empat milik PT Ekspedisi Tiki, tiba di terminal pembongkaran barang atau Cargo Bandara SSK II Pekanbaru, sekitar Pukul 17.20 WIB.
 
Kemudian dilakukan pemeriksaan melalui X-ray Gudang Cargo dan dicurigai adanya 2 (dua) kotak yg di lakban warna coklat dengan keterangan yang ada di PTI berbeda.
 
Pihak petugas saat melakukan pemeriksaan secara manual oleh kurir TIKI yang disaksikan oleh petugas Avsec dan dibantu TNI AU. 
 
Setelah di adakan pemeriksaan manual, petugas mendapati isi paket tersebut berupa Ganja kering sebanyak 2 kardus dengan isi 4 Bal dengan total berat 4.016 Gram.
 
Petugas melaporkan ke Kadinpam Avsec Bandara SSK II dan memanggil petugas Ekspedisi Tiki untuk diamankan ke Kantor Avsec Bandara SSK II. 
 
Selanjutnya petugas Avsec berkordinasi dengan unsur Pam Bandara Pomau dan Intel Lanud Rsn. Kemudian barang bukti tersebut diserahkan pada BNNP Riau.
 
Tidak sampai disitu, petugas dari Bea dan Cukai kemudian melakukan pengecekan barang tersebut dengan menggunakan Narkotest. 
 
Barang bukti tersebut diserahkan ke BNNP Riau untuk kembali dikembangkan.
 
Plt Kabid Brantas BNNP Riau, Khodirin saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan narkoba tersebut.
 
"Saat ini tengah kita kembangkan untuk mengetahui siapa pengirim dan pemilik barang haram tersebut," singkatnya.

Loading...
BERITA LAINNYA